Beranda News Nusantara Belum Diresmikan, Fly-Over Simpang Keramasan Palembang Penuh Coretan

Belum Diresmikan, Fly-Over Simpang Keramasan Palembang Penuh Coretan

435
BERBAGI
Fly-over Simpang Keramasan Palembang sudah banyak coretan meskipun belum diresmikan (Foto: lenterapendidikan.com)
Fly-over Simpang Keramasan Palembang sudah banyak coretan meskipun belum diresmikan (Foto: lenterapendidikan.com)

TERASLAMPUNG.COM , PALEMBANG- Jembatan Layang (Fly Over) Simpang Keramsan Palembang, di penuhi berbagai coretan cat dan spidol. Hingga jembatan yang hingga kini belum diresmikan pemerintah tersebut, terkesan kotor dan jorok.

Pada bagian dinding dan aspal jalan layang tersebut penuh dengan coretan cat semprot dengan berbagai warna. Mirisny, di sekitar tempat itu banyak muda-mudi yang asik nongkrong di tengah jalan. Padahal seharusnya belum boleh ada kendaraan dan orang yang melintasi jalan layang baru itu  sebelum dilakukan pengujian dan diresmikan.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 14 proyek Fly Over Simpang Keramasan, Darwis, melalui Asisten PPK 14 Andre Budi Lukito, mengatakan pihaknya telah mengetahui jika ada pencoretan yang dilakukan orang di badan dan Aspal FO.

Menurutnya, jika pencoretan ini dilakukan sejumlah siswa/siswi yang sedang melakukan perayaan kelulusan sekolah di atas jembatan layang.

“Ya, kalau dilihat dari banyaknya warna mungkin ini waktu perayaan kelulusan dan mereka merayakanya di atas FO,” ujarnya, Selasa (8/5/2018).

Dia mengatakan, jika sebenarnya FO keramasan ini belum boleh di lalui karena masih akan dilakukan tahap pengujian oleh tim Lab Fungsi dari Jakarta, dan terakhir dilakukan Serah Terima Pertama atau Provisional Hand Over ( PHO) antara Kontraktor Pelaksana dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), bila berakhir masa Pemeliharaan, maka dilakukan Final Hand Over (FHO) atau Serah Terima Akhir.

“Proses ini rencananya akan dilakukan sebelum bulan puasa, sekarang tinggal menunggu tim uji lab Fungsi dari Jakarta. Setelah dua proses ini selesai, baru FO bisa di lewati,” katanya.

Menurutnya, sebenarnya pihaknya dan pihak kontraktor pembangunan FO sudah memasang barier beton setinggi satu meter untuk menutup akses FO, akan tetapi entah bagaimana ke’esokan harinya selalu saja bisa terbuka dan kembali di lalui masyarakat.

Andre Budi Lukito mengatakan, coretan di jembatan layang itu rencananya akan ditutup dengan mengecat ulang. Namun, hal itu dilakukan setelah semua pengerjaan pembangunan jembatan layang selesai.

“Jika pencoretan ini terus terjadi pihaknya akan mengambil langkah tegas dengan melaporkanya pada pihak berwajib. Hal ini dilakukan untuk memberikan efek jera agar pencoretan ini tidak terjadi lagi,” katanya.

TL/lenterapendidikan.com