Benarkah Matahari Terbit di Utara? Ini Penjelasannya

  • Bagikan
Achmad Raflie Pahlevi. Foto: Ist

Achmad Raflie Pahlevi
Prakirawan BMKG Maritim Lampung

Beberapa hari belakangan, viral di media sosial, sebuah video yang menunjukkan matahari yang terbit dari arah utara. Pada video itu juga ditambahkan kata-kata dari perekam yang menyatakan bahwa ini adalah hal yang tidak biasa terjadi. Video ini menjadi semakin ramai diperbincangkan di media sosial karena dikait-kaitkan dengan kiamat.

Jadi benarkah matahari terbit dari utara?

Pada dasarnya, posisi matahari terhadap bumi tidak selalu dalam tempat yang sama. Hal ini terjadi karena sudut rotasi bumi yang miring 23.50, sehingga posisi matahari terhadap bumi seolah-olah bergeser. Pergeseran posisi matahari relatif terhadap bumi disebut sebagai garak semu matahari.

Siklus perubahan posisi relatif bumi terhadap matahari.
Siklus perubahan posisi matahari relatif terhadap bumi.

Setahun terhitung empat kali perpindahan posisi matahari relatif terhadap bumi. Pada Maret di khatulistiwa;  Juni di utara, September kembali ke khatulistiwa, dan Desember di selatan.

Posisi relatif matahari terhadap bumi ini juga berdampak pada perubahan musim di belahan bumi utara (Eropa, Amerika, dan sebagian Asia) dan belahan bumi selatan (Afrika dan Australia).  Posisi relatif inilah yang menjadi alasan posisi terbit matahari yang juga berbeda-beda tergantung waktunya.

Video yang viral di jagat media sosial direkam pada bulan Juni 2021, jadi sudah sewajarnya matahari terbit lebih ke utara. Matahari terbit tetap dari timur hanya sedikit condong ke arah utara. Berbeda jika video direkam pada bulan Desember nanti, maka matahari akan terbit lebih ke selatan.***

 

  • Bagikan