Beranda News Kesehatan Benarkah Minim Air Kelapa Selama Dua Minggu Bisa Merontokkan Lemak Pembuluh Darah?

Benarkah Minim Air Kelapa Selama Dua Minggu Bisa Merontokkan Lemak Pembuluh Darah?

651
BERBAGI

Seorang sahabat bertanya di inbox, apa benar dengan minum air kelapa banyak selama dua minggu terus-menerus bisa merontokkan plaque tumpukan lemak dinding pembuluh darah?
Lalu apa bahayanya?

Saya jawab di sini supaya sahabat FB yang lain ikut mendapat kejelasan. Bahwa secara medis, hampir pasti tidak mungkin hanya air kelapa, yang tinggi unsur kalium (potassium) bisa meluruhkan, atau merontokkan kerasnya tumpukan lemak yang melekat pada dinding pembuluh darah. Dunia kedokteran belum menemukan bahan obat kimia apa yang bisa merontokkannya.

Kemungkinan paling masuk akal dengan cara melakukan pemboran yang dimasukkan ke pembuluh darah. Andai betul hanya air kelapa, tentu penemunya sudah mendapat Hadiah Nobel, dan mestinya tidak mungkin sesederhana itu.

Lalu kalau ditanya apakah tidak berbahaya, karena sahabat saya ini ingin mencoba. Dan saya harus lengausng mengatakan tentu ada efek buruknya mengonsumsi air kelapa secara berlebihan untuk waktu dua minggu. Apa bahayanya?

Tubuh kelebihan asupan kalium atau potassium, salah satu unsur elektrolit yang penting untuk sel. Kalium berada di dalam sel, dalam keadaan normal. Selalu dalam keseimbangan tidak kekurangan dan tidak pula kelebihan. Ada hormon mineralocortiicoid yang mengatur keseimbangan kalium dalam tubuh selain fungsi ginjal.

Dalam keadaan elektrolit terganggu keseimbangannya, selalu terjadi mekanisme homeostasis, menyeimbangkan kembali. Bila kekurangan, ginjal akan menahan kalium tidak terbuang urine, dan melepaskan lebih banyak kalium kalau tubuh kelebihan. Namun tentu ada batas kekuatan toleransi, sampai berapa mekanisme homeostasis bisa bekerja. Tidak sanggup kalau kelebihan atau kekurangannya melebihi ambang kemampuan mekanisme homeostasis.

Tubuh akan kelebihan kalium bila banyak sel tubuh yang rusak. Hal ini terjadi misal pada kemoterapi kasus kanker, kalium dalam sel yang dirusak oleh kemo keluar membanjir dalam darah. Juga bila gagal ginjal, gangguan hormon anak ginjal suprarenalis, terjadi perdarahan dalam tubuh, atau kebanyakan asupan garam dapur.

Gejala kelebihan kalium ringan mungkin belum muncul gejala apa-apa. Bila pada tingkat berat, akan terjadi kelemahan otot, diare, dan jantung berdebar. Dalam kondisi berat memerlukan pertolongan medis. Bisa cukup hanya dengan obat penuras kencing (diuretic), atau perlu obat khusus, selain infus, atau harus sampai cuci darah hemodialisis.

Jadi melihat betapa tidak ringan efek buruk yang mungkin ditimbulkannya, saya pikir, sebaiknya tidak dicoba. Bahwa ada testimoni yang sudah minum air kelapa dosis tinggi selama 2 minggu terus-menerus penyakit jantungnya sembuh, perlu ada bukti ilmiah, selain ada bukti rekam medik yang faktual. Artinya semua kasus atherosclerosis atau beetumpuknya plaque akan sirna setelah minum air kelapa dosis tinggi selama 2 minggu. Bukti ini saya kira belum ada.

Sekali lagi tidak ada yang sederhana dalam pengobatan. Bahkan untuk penyakit yang sederhana saja pun. Apalagi untuk kondisi semustahil merontokkan karat lemak dinding pembuluh darah tubuh.

Salam sehat,

Dr HANDRAWAN NADESUL