Beranda Hukum Bentrok di Bumiratu Nuban, Polda Lampung Masih Dalami Kasus

Bentrok di Bumiratu Nuban, Polda Lampung Masih Dalami Kasus

654
BERBAGI
Polisi mengamankan lokasi bentrok, Senin malam (3/9/2018).

Zanal Asikin | Teraslampung.com

BANDARLAMPUNG-Kepolisian daerah (Polda) lampung, masih fokus melakukan penjagaan dan pengamanan usai terjadinya bentrok warga yang terjadi di jalan Lintas Sumatera, Kebagusan Luar, Kampung Bumiratu Nuban, Kecamatan Bumiratu Nuban, Lampung Tengah yang menewaskan Alwi (35), warga Dusun 1 Kampung Bumniratu Nuban, pada Senin petang 3 September 2018 sekitar pukul 17.00 WIB.

Karoops Polda Lampung, Kombes Pol Yosi Hariyoso mengatakan, terkait peristiwa yang terjadi di Kampung Bumiratu Nuban, Kecamatan Bumiratu Nuban, Lampung Tengah tersebut, Polda Lampung belum melakukan tindakan pemeriksaan terhadap Kardi (50) dan Diyon (25), keduanya bapak dan anak warga Dusun Kebagusan Luar, Kampung Bumiratu Nuban yang diduga menganiaya Alwi hingga tewas saat kedua bapak dan anak tersebut membela diri ketika dianiaya oleh Alwi.

“Dalam perkara ini, belum ada tersangka karena Kardi dan Diyon masih dilakukan perawatan di Rumah Sakit Mardi Waluyo Lampung Tengah. Sedangkan pemakaman Alwi, dilakukan hari ini pagi tadi. Yang jelas, saat ini kami masih fokuskan penjagaan untuk kondusif dulu,”ujarnya saat di temui di Mapolda Lampung, Selasa 4 September 2018.

Dikatakannya, untuk melakukan penjagaan dan pengamanan pasca kejadian di lokasi tersebut, telah diterjunkan puluhan personel gabungan dari Satbrimobda, Ditreskrimum, Ditintelkam, personel dari Polres Lampung Tengah dan dibantu juga oleh aparat TNI setempat. Hal tersebut dilakukan, sebagai antisipasi agar warga dari kedua belah pihak tidak melakukan tindakan anarkis yang merugikan dan melanggar hukum. Karena taklama setelah kejadian keributan itu, rumah Kardi telah dibakar oleh massa.

“Para personel gabungan tersebut, diterjunkan ke lokasi kejadian sejak semalam dan di pimpin oleh Pak Waka Polda Lampung, Brigjen Pol Angesta Romano Yoyol. Hingga saat ini, mereka masih berada di lokasi TKP,”ungkap mantan Karoops Polda Sulawesi Tengah tersebut.

Kombes Pol Yosi Hariyoso mengungkapkan, pihaknya sudah melakukan upaya mediasi terhadap kedua belah pihak, yakni dengan mengumpulkan para tokoh adat setempat agar tidak ada saling serang lagi atau upaya lain yang dilakukan oleh oknum tertentu yang bisa menimbulkan polemik kembali di tengah masyarakat.

“Kondisi saat ini, alhamdulillah sudah kondusif tapi penjagaan masih terus dilakukan hingga sampai situasinya benar-benar aman,”jelasnya.

Sementara Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Lampung, AKBP Ruly Andi yunianto menuturkan, untuk membantu pengamanan usai terjadinya bentrok warga di Lampung Tengah, ada 10 anggota Ditreskrimum yang diterjunkan. Terkait dengan perkara tersebut, Ruly mengungkapkan, hingga saat ini belum ada yang ditetapkan sebagai tersangka.

“Kalau kita kan sifatnya hanya membackup saja, dan untuk penanganannya di Polres Lampung Tengah,”ungkapnya.

Dikatakannya, usai peristiwa tersebut, dua orang yakni Kardi dan Diyon yang terlibat perkelahian dengan Alwi hingga tewas, karena dugaan membela diri dan keduanya saat ini masih dirawat di Rumah Sakit Mardi Waluyo. Kemudian untuk salah satu saksi yakni Modi Ernest yang mengalami luka bacok di kepala akibat tebasan senjata tajam Alwi, saat ini masih dirawat di Rumah Sakit Harapan Bunda, Lampung Tengah.

BACA: Bentrok di Bumiratu Nuban Lamteng, Satu Orang Tewas

“Jadi ketiganya masih dilakukan perawatan medis, mereka adalah bapak, anak dan menantunya. Setelah ketiganya sudah pulih dan dinyatakan sehat, baru penyidik akan melakukan pemeriksaan terhadap ketiganya dan juga saksi lain, Binter yakni pendeta setempat,”terangnya.

Diberitakan sebelumnya, Bentrokan antarwarga kembali terjadi di Jalan Lintas Sumatera, Kebagusan Luar, Kampung Bumiratu Nuban, Kecamatan Bumi Nuban, Lampung Tengah, Senin petang (03/09/2018) sekira pukul 17.00 WIB. Akibat peristiwa tersebut, satu warga bernama Alwi tewas di lokasi kejadian akibat terkena tusukan senjata tajam.

Mayat korban yang dalam kondisi miring bersimbah darah. Sementara di pinggangnya masih terselip golok dan sarungnya.

Bentrokan yang memakan korban itu diduga dipicu perkelahian antara Alwi Bin Persamaan Rajo Indra, warga Dusun 1 Kampung Bumiratu, dengan tiga orang warga Dusun Kebagusan Luar.

Loading...