Beranda Hukum Bentrok Lampung Utara: Meski ada Kesepakatan Damai, Proses Hukum Tetap Berlanjut

Bentrok Lampung Utara: Meski ada Kesepakatan Damai, Proses Hukum Tetap Berlanjut

737
BERBAGI

Feaby/Teraslampung.com

Meski telah tercapai kesepakatan sementara antara Desa Cabang Empat dan Desa Taman Jaya yang nyaris bentrok, sejumlah aparat Kepolisian Lampung Utara masih tetap siaga di Desa ‎Cabang Empat, Jumat (29/5) malam.

KOTABUMI–Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Lampung Utara (Lampura) Murni Rizal menyatakan telah terjadi kesepakatan sementara antara Desa Cabang Empat dan Desa Taman Jaya yang nyaris dilanda perang saudara, Jumat (29/5) sekitar pukul 18:30 WIB.Mesk begitu, polisi tetap akan melanjutkan proses hukum bagi tersangka yang terlibat bentrok sehingga menyebabkan seroang warga Desa Cabang Empat, Lampung Utara.

“Telah terjadi mufakat untuk mengadakan perdamaian kepada keluarga korban (warga Desa Cabang Empat),” kata Murni Rizal, Jumat (29/5) sekitar pukul 22:30 WIB.

Menurut mantan Camat Abung Barat ini, proses perdamaian yang akan dilakukan tersebut tak akan menghentikan proses hukum yang sedang dilakukan pihak Kepolisian terkait perkara meninggalnya Aji (22), warga Cabang Empat yang diduga meninggal akibat dip‎ukuli sekelompok pemuda Desa Taman Jaya.

“Kami minta masyarakat mempercayakan sepenuhnya proses penegakan hukum (dalam persoalan ini) kepada Polres Lampung Utara,” kata mantan wartawan Lampung Post itu.

Selain itu, menurut Murni Rizal, dalam proses perdamaian yang akan dilakukan tersebut, pihaknya juga akan melibatkan seluruh tokoh – tokoh masyarakat dari kedua Desa ‎yang bertikai agar dapat turut bersama – sama mencegah hal – hal yang tak diinginkan kembali terjadi.

“Tadi malam kami rapat dengan mengundang perwakilan  desa yang terlibat bentrok. Kami mengumpulkan tokoh – tokoh dari kedua Desa agar dapat turut serta meredam hal – hal yang dapat memicu konflik‎,” paparnya.

Saat ditanya akar persoalan sebenarnya yang membuat kedua desa nyaris bentrok berdarah karena telah berkembang menjadi persoalan berbau SARA, Murni Rizal terkesan sangat berhati – hati dalam menjawabnya. Murni Rizal sempat terdiam beberapa lama sebelum menjawab pertanyaan yang diajukan kepadanya.

 “Masyarakat mungkin belum begitu maksimal mendapatkan informasi sehingga ada prasangka (buruk kepada pihak Kepolisian). ‎(Tapi) Tadi sudah dijelaskan pak Kapolres bahwa proses hukum ini jadi tanggung jawabnya,” tegas dia.

Kepada masyarakat dua Desa tersebut, Murni Rizal mengimbau ‎untuk terus menjaga persatuan dan kesatuan dan tidak mudah terpancing terhadap isu – isu yang dapat memicu perpecahan antar Desa.

“Kami imbau ‎ warga Desa Cabang Empat dan Desa Taman Jaya agar tidak mudah terpancing terhadap hal – hal yang berbau SARA dan lainnya. Sebab, kita semua ini adalah satu kesatuan,” katanya.

Kapolres Lampura, AKBP. Eko Widianto ketika ditemui di lokasi, enggan berkomentar banyak terkait penyebab persoalan yang membuat kedua Desa nyaris bentrok tersebut. Ia hanya meminta masyarakat khususnya dari kedua Desa dimaksud untuk menyerahkan sepenuhnya proses penegakan hukum kepada pihak Kepolisian.

 ‎”Serahkan kepada pihak Kepolisian untuk proses hukumnya,” tegas dia.

Berdasarkan informasi yang dikumpulkan Teraslampung.com, persoalan antara Desa Cabang Empat dan Desa Taman Jaya‎ yang nyaris bentrok berdarah pada Jumat (29/5) bermula dari meninggalnya Aji (22), warga Desa Cabang Empat akibat dipukuli warga Taman Jaya.

Saat itu, Aji hendak menolong korban yang tidak sengaja ditabrak kendaraannya. Entah bagaimana ceritanya, pasca meninggalnya Aji pada Selasa (26/5) malam,  isu ini berkembang menjadi persoalan SARA sehingga membuat masyarakat warga Desa Cabang Empat dan sekitarnya tersulut emosinya dan memutuskan untuk ‘menyerang’ Desa Taman Jaya.

Pantauan Teraslampung.com di lokasi sekitar pukul 23:00 WIB, Kapolres‎ dan jajarannya serta sejumlah Satuan Polisi Pamong Praja terlihat berjaga – jaga di Desa Cabang Empat.

Sebelumnya, Kabupaten Lampung Utara kembali nyaris dilanda perang antar Kampung, Jumat (29/5) sekitar pukul 18:30 WIB.

Karena  kesigapan aparat, rombongan ratusan warga Desa Cabang Empat, Abung Selatan yang hendak menyerang Desa Taman Jaya, Kotabumi Selatan berhasil dicegah.

Ratusan massa itu kemudian dikumpulkan di Kantor Kepala Desa Cabang Empat, Kecamatan Abung Selatan untuk dilakukan mediasi.

Menurut Yadi, ‎warga C‎abang Empat, aksi penyerangan yang akan dilakukan ini dipicu oleh meninggalnya salah satu warga Desanya yang bernama Aji (22). Korban kala itu dipukuli warga Dusun Rintis, Desa Taman Jaya hingga meninggal dunia meski sempat dirawat beberapa hari di RS Abdul Moeloek, Banda Lampung.

“Almarhum dipukul oleh warga Dusun Rintis, Desa Taman Jaya saat hendak menolong Samidi (60) yang ditabraknya pada Minggu (24/5) malam. Korban meninggal di RS Bandar Lampung pada Selasa (26/5) malam,” kata dia, di kantor Kepala Desa Cabang Empat.

Menurut dia, warga Desanya juga tak terima dengan sikap yang ditunjukan oleh warga Desa Taman Jaya yang bukannya bertanggung jawab malah dikabarkan menantang warga Desa Cabang Empat. Selain itu, warga Desa ‎Cabang Empat juga terpancing oleh isu dibebaskannya para pelaku penganiaya korban.

“Mereka (Taman Jaya) menantang warga Desa kami,” tuturnya.

Loading...