Beranda Hukum Kriminal Beraksi di 15 TKP, Tiga Pencuri Monitor Eksavator Dibekuk Polisi

Beraksi di 15 TKP, Tiga Pencuri Monitor Eksavator Dibekuk Polisi

206
BERBAGI

Zainal Asikin | Teraslampung.com

BANDARLAMPUNG-Tiga pelaku spesialis pencurian monitor alat berat eskavator yang sudah beraksi di 15 TKP, diringkus petugas Subdit III Jatanras Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Lampung di Desa Merak Batin, Kecamatan Natar, Lampung Selatan beberapa waktu lalu.

Ketiga pelaku itu adalah, Riyan Armando (26) dan Hadiyanto (22), keduanya warga desa Merak Batin, Kecamatan Natar, Lampung Selatan serta pelaku Yogi Chandra (22), warga Banjar Sakti, Kecamatan Gunung Labuhan, Way Kanan.

Kasubdit III Jatanras Direktorat Reserse Kriminal Umum Poilda Lampung, AKBP Rully Andi Yunianto mengatakan, penangkapan terhadap komplotan spesialis pencurian monitor alat berat eskavator tersebut, berawal dari tertangkap pelaku Yogi Chandra yang sudah lebih duklu ditangkap. Pihaknya hanya memback-up Polres Way Kanan, untuk pengungkapan kasus tersebut.

“Hasil penyelidikan, awalnya kami dapatkan identitas satu orang pelaku bernama Ryan yang tinggal di Desa Merak Batin, Kecamatan Natar, Lampung Selatan. Saat itu juga, kami lakukan penggrebekan di rumahnya, pada Kamis 13 September 2018 lalu,”ujarnya, Minggu 16 September 2018.

Saat akan ditangkap, kata AKBP Rully Andi Yunianto, pelaku Ryan berusaha melarikan diri melalui atap plafon rumahnya. Lalu kami beri tembakan peringatan agar pelaku mau menyerah, hingga akhirnya pelaku pun menyerah dan mau turun dari atap plafon tersebut.

“Dari keterangan pelaku, bahwa aksi pencurian itu dilakukannya bersama rekannya Hadiyanto. Saat itu juga, kami langsung menuju rumah pelaku tersebut yang tidak jauh dari rumah pelaku Ryan dan berhasil menangkap pelaku Hadiyanto tanpa ada perlawanan,”ungkapnya.

Dari penangkapan para pelaku tersebut, disita barang bukti berupa satu unit sepeda motor Yamaha Vega R warna merah hitam plat nomor B 6858 NVB yang digunakan pelaku saat melakukan aksinya. Kemudian satu buah monitor Engine merk CAT yang belum terjual, enam buah kunci pas, dua set kunci L, dua buah obeng, satu buah gunting dan tiga unit ponsel.

AKBP Rully Andi Yunianto mengutarakan, dari hasil pemeriksaan, ketiga pelaku spesialis pencurian monitor alat berat eskavator itu, telah melakukan aksinya di 15 TKP berbeda. Diantaranya adalah, 4 TKP di Way Kanan, 1 TKP di Pesawaran, 2 TKP di Bandarlampung dan 8 TKP lainnya di wilayah Natar, Lampung Selatan. Dari 15 TKP pencurian itu, ketiga pelaku melancarkan aksinya selama lima bulan yakni Maret hingga Juli 2018.

“Untuk mengenai modusnya, para pelaku mengincar di gudang tempat parkir alat berat eskavator tersebut. Jadi mereka (pelaku) ini, menunggu lengahnya petugas Satpam. Begitu ada celah, mereka langsung masuk dan melancarkan aksinya membongkar monitor eskavator itu menggunakan obeng, kunci pas, kunci L serta gunting,”terangnya.

Dikatakannya, alat monitor eskavator yang dicuri ini, harganya cukup lumayan mahalnya jadi diincar oleh para pelaku tersebut. Dari hasil pencurian monitor eskavator itu, mereka (pelaku) mendapatkan keuntungan mencapai puluhan juta. Seluruh barang hasil curian itu, dijual pelaku ke wilayah Jakarta. Uang hasil penjualan barang curian dibagi rata, lalu digunakan pelaku untuk poya-poya dan membeli kebutuhan sehari-hari.

“Saat ini ketiga pelaku diamankan di Mapolda Lampung, dan kasusnya masih dalam pengembangan untuk mengungkap adanya TKP lain yang dilakukan para pelaku tersebut,”pungkasnya.

Loading...