Beranda Hukum Kriminal Beraksi di 17 TKP, Warga Natar Spesialis Jambret Ini Diringkus Polisi

Beraksi di 17 TKP, Warga Natar Spesialis Jambret Ini Diringkus Polisi

438
BERBAGI
Kasat Reskrim Polresta Bandarlampung, Kompol Harto Agung Cahyono saat mengintrogasi Soni, tersangka spesialis jambret di 17 TKP
Kasat Reskrim Polresta Bandarlampung, Kompol Harto Agung Cahyono saat mengintrogasi Soni, tersangka spesialis jambret di 17 TKP.

Zainal Asikin |Teraslampung.com

BANDARLAMPUNG-Tersangka pencurian spesialis jambret, Soni Saputra (24) yang sudah beraksi di 17 TKP di beberapa wilayah Kota Bandarlampung, dibekuk Tekab 308 Polresta Bandarlampung di rumahnya di Desa Sarirejo, Kecamatan Natar, Lampung Selatan, Minggu 26 Agustus 2018 sekitar pukul 23.30 WIB.

Kasat Reskrim Polresta Bandarlampung, Kompol Harto Agung Cahyono mengatakan, penangkapan tersangka spesialis jambret, Soni Saputra tersebut, merupakan hasil pengembangan dari rekan tersangka bernama Agil yang sudah lebih dulu ditangkap beberapa waktu lalu.

“Dari keterangan tersangka Agil inilah, kami berhasil menangkap Soni di rumahnya di Desa Sarirejo, Kecamatan Natar, Lampung Selatan, Minggu 26 Agustus 2018 sekitar pukul 23.30 WIB,”ujarnya, Senin 27 Agustus 2018.

Dari penangkapan tersangka, kata Kompol Harto Agung Cahyono, disita barang bukti berupa satu unit sepeda motor yang digunakan tersangka saat melakukan aksinya, lalu satu buah tas wanita dan ponsel milik korban.

Mantan Kasat Reskrim Polres Lampung Tengah ini mengutarakan, tersangka Soni ini memang sudah lama menjadi target operasi (TO) penangkapan. Berdasarkan dari hasil pemeriksaan dan catatan kepolisian, tersangka Soni setidaknya sudah 17 kali beraksi melakukan penjambretan di beberapa wilayah di Kota Bandarlampung.

“Sudah 17 kali tersangka Soni ini beraksi, diantaranya di wilayah Sukarame, Rajabasa, Kedaton, Kemiling dan beberapa TKP lainnya di Kota bandarlampung,”ungkapnya.

Saat melakukan aksinya, lanjut alumnus Akpol 2005 ini, target sasaran korbanya adalah rata-rata pengendara motor wanita yang sedang melintas sendirian saat malam hari dan di jalan yang kondisinya sepi.

“Mayoritas sasaran korbannya wanita. Menurut tersangka lebih mudah, sebab para korbannya itu sering meletakkan tas di depan dashbord sepeda motor,”terangnya.

Loading...