Beranda News Kabar Desa Berburu Takjil di Pasar Sore Ramadan Sidomulyo Lamsel

Berburu Takjil di Pasar Sore Ramadan Sidomulyo Lamsel

398
BERBAGI
Para pedagang takjil di Sidomulyo, Lampung Selatan.

Zainal Asikin | Teraslampung.com

LAMPUNG SELATAN — Pasar sore Ramadan di sepanjang Jalan Raya Sidomulyo, Lampung Selatan, menjadi wisata kuliner bagi warga yang ingin berburu takjil sembari menunggu waktu berbuka puasa.

Pantaun teraslampung.com, memasuki hari ke empat bulan suci ramadhan 1440 H Kamis (9/5/2019) sore sektar pukul 16.30 WIB, tampak terlihat aktivitas penjual dan pembeli takjil ramai di sepanjang jalan raya Sidomulyo. Sisi  jalan raua itu disulap menjadi pusat kuliner, tempat para pedagang takjil untuk meraup rezeki di bulan Ramadan.

Di sepanjang jalan menuju ke arah Pasar Sidomulyo dan setelahnya, lapak-lapak pedagang takjil terlihat berjejer dan ramai dikunjungi para pengunjung. Para pedagang menjajakan aneka makanan dan minuman yang tersedia, mulai dari aneka mie, kue basah, risol, lumpia dan aneka penganan serta minuman tersaji lainnya.

Selain itu juga, pengunjung dapat menemukan aneka sayur dan lauk-pauk untuk dipilih pembeli sebagai menu yang siap dihidangkan untuk menu berbuka puasa.

“Kuenya dan minumannya pak, enak dan segar untuk buka puasa. Silahkan pak, apa mau sayur atau lauk pauknya murah meriah saja,”ucap Rita, salah seorang pedagang yang menawarkan dagangannya.

Dikatakannya, bahwa yang datang ke sini (pasar sore ramadhan), bukan hanya warga sekitar desa sidodadi atau Sidorejo ini saja, melainkan warga dari beberapa desa di Kecamatan Sidomulyo, bahkan ada juga yang dari Kecamatan Way Panji dan Candipuro.

Salah seorang warga Sukamarga, Diana menuturkan, ia sengaja mampir ke lokasi Pasar sore ramadhan Sidomulyo ini, untuk membeli kue dan pengananan lainnya sebagai hidangan untuk berbuka puasa bareng keluarganya.

“Kebetulan pas lewat, eh ternyata disini ramai jualan takjil jadi mampir saja cari makanan buat buka puasa. Kuenya terlihat enak dan harganya juga murah cuma seribuan, jadi saya beli saja untuk keluarga,”ungkapnya kepada teraslampung.com, Kamis (9/5/2019) sore.

Salah seorang pengunjung lain, Mul, mengaku setiap tahun di bulan ramadhan ia selalu datang membeli takjil. Ia biasa berburu takjil, menjelang Maghrib atau berbuka puasa bersama salah seorang temannya sembari ngabuburit.

“Biasanya kita menyusuri jalan dulu dari satu sisi (tempat) ke sisi lainnya, barulah menentukan apa yang akan kita beli. Cari takjilnya yang belum pernah dibeli, makanya kita jalan-jalan dulu dari ujung ke ujung,”ucapnya.

Sementara Lastri (48), salah satu penjual takjil ini mengaku, membuka lapak dagangannya di Pasar sore ramadhan ini, yakni untuk mengisi waktu dan mencoba meraup rezeki selama bulan puasa dengan berjualan aneka penganan matang. Ia berangkat dari rumah membuka lapak dagangannya mulai sekitar pukul 16.00 WIB. Makanan yang dijual macam-macam, ada pepes ikan, aneka sayur, sambal kering tempe, telur dan penganan lainya.

“Biasanya jual jajanan kue dan minuman juga, tapi ramdahan tahun 2019 ini saya jualnya sayur dan lauk pauk saja dan harganya terjangkau,”ujarnya.

Menurutnya, jualan takjilan ini, mulai sejak ramadhan tahun 2018 lalu. Tapi ia tidak mengetahui, mulai sejak kapan Pasar sore ramadhan di Sidomulyo ini sudah mulai jadi pusat takjilan. Pasar sore ramadhan ini, biasanya digelar hingga H-1 lebaran.

Saat ditanya mengenai keuntungan yang didapat dari hasil jualan takjil penganan, Lastri menuturkan, hasilnya cukup lumayan untuk membeli kebutuhan sehari-hari.

“Ya Alhamdulillah, dari berkah Ramadhan bisa nambah untuk penghasilan. Selama jualan takjil ramadahan tahun 2018 lalu lancar, mudah-mudahan ramadhan tahun ini diberi keberkahan lebih dari tahun kemarin,”ungkapnya.

Selain menjadi ajang ngabuburit warga setempat, pasar sore ramadhan ini sengaja diciptakan selama bulan suci ramadhan 1440 H, hal ini dilakukan supaya mampu memberikan dampak pergerakan perekonomian warga setempat.

Pantaun teraslampung.com, semakin mendekati Maghrib pengunjung di pasar sore ramadhan tersebut semakin ramai berdatangan berburu membeli takjil. Bahkan arus kendaraan yang melintas di Jalan Raya tersebut, terjadi kemacetan hingga mengular cukup panjang.

Selain di area sekitar sebelum dan sesudah Pasar Sidomulyo, terdapat beberapa lapak pedagang lainnya yang berjualan takjil seperti di seputar area lapangan Sidorejo hingga menuju ke Desa Sidomulyo yang juga banya dikerumuni masyarakat untuk berburu takjil.

Loading...