Berdamai, Proyek Jalan Negeriujungkarang Lampura Segera Dilanjutkan

Ketua Komisi III DPRD Lampung Utara, Joni Bedyal selaku perwakilan keluarga pelaku menunjukan surat perdamaian‎ yang dibuat antarkontraktor dengan pelaku penghentian proyek di Desa Negeriujungkarang
Ketua Komisi III DPRD Lampung Utara, Joni Bedyal selaku perwakilan keluarga pelaku menunjukan surat perdamaian‎ yang dibuat antarkontraktor dengan pelaku penghentian proyek di Desa Negeriujungkarang
Bagikan/Suka/Tweet:

Feaby|Teraslampung.com

Kotabumi–Proses pembangunan jalan di Desa Negeriujungkarang, Muara Sungkai, Lampung Utara diperkirakan akan segera dilanjutkan. Alasannya, telah terjadi perdamaian antara kontraktor proyek dengan perwakilan pemuda yang sebelumnya sempat membuat pengerjaan proyek itu terhenti.

“Sejumlah pemuda ‎Desa Negeriujungkarang telah meminta maaf dengan pihak kontraktor proyek. Pihak kontraktor pun sudah memaafkan mereka,” kata Joni Bedyal selaku perwakilan keluarga dari salah satu terduga pelaku yang membuat proyek terpaksa dihentikan sementara, Kamis (2/12/2021).

Proses perdamaian antarmereka dilakukan di kediaman keluarga dekat kontraktor, FU di daerah Kelurahan Kotabumiilir, Rabu malam (1/12/2021). ‎Selain itu, pihak kontraktor juga telah menyepakati untuk mencabut laporan yang mereka buat di pihak kepolisian.

“Sesuai kesepakatan, hari ini akan ada pencabutan laporan tersebut,” jelasnya.

Joni Bedyal yang juga menjabat sebagai Ketua Komisi III DPRD Lampung Utara kembali mengatakan, pembangunan proyek di daerah mereka tersebut akan kembali dilanjutkan karena waktu yang tersedia tidak banyak lagi. ‎Para pemuda di desa mereka juga telah menyatakan kesiapannya untuk mendukung proyek tersebut hingga selesai sesuai rencana.

“Sudah ada kesepakatan untuk melanjutkan proyek itu karena waktunya juga sudah mepet,” kata dia.

Sebelumnya, proyek pembangunan jalan Negeriujungkarang-BTS Way Kanan terhenti setelah diduga beberapa pekerja mendapat ancaman dengan senjata tajam dari sekelompok orang pada 17 November lalu.

Para pekerja proyek pembangunan dengan nilai berkisar Rp 900-an juta itu akhirnya meninggalkan lokasi. Sejumlah alat berat yang sebelumnya berada di lokasi diangkut kembali meninggalkan tempat.

Akibat insiden itu, para pekerja mengalami trauma dan ketakutan. Asy Sadis Al Mushofa salah satu pekerja kemudian melaporkan kejadian itu ke Polres Lampung Utara, untuk ditindak lanjuti, dengan nomor laporan: STPL/1688/B-1/XI/2021 /SPKT Polres Lampung Utara, Rabu 17 November 2021.

Korban menceritakan peristiwa berawal dari Anggota DPRD Lampura berinisial JB melintas dan menegur para tukang yang sedang bekerja. “Kerja yang baik ya, kalau tidak sekali telepon langsung kumpul orang di sini,” kata Yanto rekan kerja Mushofa menirukan ucapan JB.

Namun selang 2 jam kemudian, JB meninggalkan lokasi, pria berjumlah empat orang mendatangi pekerja dan mengacam dengan senjata tajam untuk membubarkan proyek tersebut. “Bila masih dilanjutkan dia tak segan-segan untuk mengacak-acak proyek itu. Karena membawa badik, kami takut,” jelasnya.

Belum diketahui motif dari pembubaran proyek yang dilakukan oleh sejumlah orang tersebut. Kepala Desa Negeri Ujung Karang Supianto mengatakan, sebelumnya pihak rekanan telah melapor akan adanya aktivitas pekerjaan di wilayah tersebut. Namun untuk kejadian ini, ia belum mengetahui.