Beranda Teras Berita Berebut Saweran Gubernur, Sutrisno Nyaris Pingsan

Berebut Saweran Gubernur, Sutrisno Nyaris Pingsan

140
BERBAGI
Sutrisno (belakang) diselamatkan pettugas Polisi Pamong Praja saat akan pingsan dalam acara saweran uang di halaman Kantor Gubernur, Bandarlampung, Sabtu (10/5).

Mas Alina Arifin/Teraslampung.com

BANDARLAMPUNG – Seorang tukang becak , Sutrisno (50)  nyaris pingsan saat berebutan uang saweran dari Gubernur Lampung Sjahroedin ZP dalam acara silaturahmi gubernur dengan tukang becak dan tambal ban di halaman kantor Gubernur Lampung, di Bandarlampung, Sabtu (10/5).

Kericuhan tersebut berawal dari adanya uang saweran pecahan Rp50 ribu  yang akan dibagikan gubernur saat istirahat sehabis makan siang. Awalnya beberapa tukang tambal ban menyumbangkan sebuah lagu diiringi organ.

Tak lama kemudian  Gubernur menunjuk Kadis Sosial Theresia untuk membagikan saweran di dekat panggung. Dalam hitungan menit,  puluhan tukang becak dan tambal ban merangsek kedepan  panggung. Akibatnya seorang tukang becak , Sutrisno  nyaris pingsan karena berdesak desakan.

Sutrisno, tukang becak yang biasa mangkal Bumi Waras , Kecamatan Telukbetung Selatan nyaris pingsan karena berdesakan sehingga sakit jantungnya kumat. Untunglah beberapa anggpota Polisi Pamong Praja dan Kadis Kesehatan Reihana  sigap dan langsung memberikan pertolongan.Sutrisno dipapah untuk isttirahat.

Acara silatuharmi Gubernur Sjachroedin Z.P. dengan para tukang becak dan tukang tambal ban diniatkan sebagai salah satu bentuk kepedulian sosial dan  perhatian Pemprob Lampung terhadap masyarakat golongan menengah ke bawah.

“Sebanyak 500 tukang becak dan 100 tukang tambal ban mendapat tali asih berupa bingkisan sembako,” kata Kadis Sosial Pemprov Lampung Theresia.

Sementara itu, Gubernur Sjahroedin menyatakan bahwa pembangunan di Provinsi Lampung tidak akan berjalan dengan lancar tanpa bantuan dari masyarakat . Semua lapisan ikut andil dalam pembangunan termasuk tukang becak dan tambal ban.

“Saya harap bantuan ini dapat dimanfaatkan dengan sebaik baiknya sebagai bentuk apresiasi pemda terhadap profesi tukang becak dan tambal ban,” kata Gubernur.

Dia juga meminta agar para tukang becak dan tambal ban hidup dengan baik dan benar jangan ikut ikutan demonstrasi , jangan berbuat kejahatan karena hidup harus punya harga diri.

Dalam acara itu juga Gubernur Sjachroedin  berpamitan kepada masyarakat karena akan memasuki masa pensiun. Dia memohon maaf lahir batin jika dalam masa kepemimpinannya selama dua periode  ada kesalahan.

Loading...