Beranda Teras Berita Berkas Kasus Korupsi DKP tak Kunjung Beres

Berkas Kasus Korupsi DKP tak Kunjung Beres

166
BERBAGI
BANDARLAMPUNG, Teraslampung.com – Sudah tiga bulan dua berkas kasus dugaan korupsi pengadaan kios mini dan sentra penjemuran ikan di Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kota Bandarlampung tahun 2012 diproses Polresta Bandarlampung. Empat tersangka sudah ditetapkan penyidik, yakni  Agus Sujatma (anggota DPRD Kota Bandarlampung terpilih periode 2014-2019), Ery, Hendrik, dan Sudarno. Namun, hingga kini perkembangan proses penyidikan masih belum begitiu jelas. Berkas penyidikan hanya ‘mondar-mandir’ dari :Polresta ke Kejari Bandarlampung.

Berkas itu masih “mondar-mandir” karena Kejari Bandarlampung hingga kini dianggap belum memenuhi beberapa syarat. Itulah sebabnya, Kejari Bandarlampung mengembalikan lagi berkas korupsi senila Rp 435 juta itu untuk kedua kalinya ke penyidik Polresta Bandarlampung.
Menurut Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Bandarlampung, Widiyantoro, pihaknya mengembalikan berkas tersebut ke penyidik Polresta Bandarlampung karena ada beberapa persyaratan yang belum lengkap.
“Untuk syarat formil, ada beberapa syarat yang belum dilampirkan. Sedangkan yang material, jaksa peneliti masih menilai kasus ini belum lengkap dan masih harus dilengkapi penyidik (polres),” kata Widi melalui ponselnya, Senin (18/8).
Widiyantoro menuturkan, kedua berkas itu sudah ia tandatangani pada Jumat (15/8) lalu untuk dikembalikan kepada penyidik Polresta. “Sudah saya tandatangi kemarin (Jumat), karena dinyatakan belum lengkap. Saya belum tahu apakah pada Jumat itu dikembalikannya atau belum,” ujarnya.
Pengembalian berkas ini, kata Widi, disamakan waktunya dengan tenggat kepastian berkas diterima atau dikembalikan, yakni 14 hari.
Sebelumnya, pada Jumat (16/6) lalu, penyidik Polresta sudah melimpahkan dua berkas tersebut untuk kali pertamanya, namun dikembalikan. Jaksa beralasan, masih ada petunjuk jaksa yang belum dipenuhi penyidik, terkait syarat formil dan material.
Dalam proyek di DKP Kota Bandarlampung tahun 2012 senilai Rp 4,5 miliar,dibagi untuk tiga proyek yakni pembangunan kios mini dan sentra penjemuran ikan dengan nilai proyek Rp1,5 miliar, pembangunan dermaga Rp1,5 miliar, dan pengadaan kapal Rp1,5 miliar.
Untuk item pengadaan kios mini, penyidik menetapkan tiga orang tersangkayakni Agus Sujatma, Eri dan Hendrik dengan kerugian negara Rp300 juta sementara pengadaan sentra penjemuran ikan haya satu tersangka yaitu Sudarno dengan kerugian negara Rp135 juta.

Dalam kasus ini, penyidik tidak menahan keempat tersangka dan ke empatnya hanya dikenakan wajib lapor. (Zaenal Asikin)

Loading...