Beranda Hukum Kriminal Berkas Perkara Kasus Pembuang Pasien Dilimpahkan ke Pengadilan

Berkas Perkara Kasus Pembuang Pasien Dilimpahkan ke Pengadilan

279
BERBAGI
Kakek Parman dibuang dari RSUD Dadi Tjokrodipo (dok)

Zaenal Asikin/Teraslampung.com

Bandarlampung 

Berkas perkara delapan orang
tersangka pembuang kakek pasien Rusah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dadi Tjokro Dipo  Bandarlampung,sudah  dilimpahkan Kejaksaan Negeri Bandarlampung ke Pengadilan Negeri Kelas IA Tanjungkarang, Rabu (16/4). Dalam satu minggu kedapan berkas tersebut sudah mulai disidangkan, dengan agenda pembacaan
dakwaan.

Kedelapan tersangka tersebut adalah i Heriyansyah (Kasubbag Umum dan Humas), Mahendri (Kepala Ruang Rawat Inap), Andi dan Andika (cleaning service), Rika (perawat), Rudi (juru parkir), Muhaimin (sopir), dan Adi (office boy).

Baca: Kakek Renta Meninggal Setelah Dibuang, Siapa Aktor Utamanya?

“Ya, berkasnya sudah kami limpahkan ke pengadilan, yakni dengan tiga berkas dengan tim yang berbeda. Untuk berkas enam tersangka yang merupakan pembuang kakek dari mobil ambulance, dua lainnya adalah berkas Heriyansyah dan Mahendri yang merupakan dalang dari pembuangan pasien tersebut,” kata M Faruddin, pemegang berkas tersangka Heriyansyah.

Faruddinmenjelaskan, berkas perkara kasus pembuangan pasien itu dipisah menjadi tiga berkas. Yakni,  masing-masing satu  berkas untuk enam tersangka, satu berkas untuk satu tersangka, dan satu berkas lain untuk satu tersangka.

“Maksudnya, masing-masing berkas merupakan penyesuaian atas peran dari tersangka itu sendiri. Ketiga berkas itu, masing-masing merupakan hasil keterangan dari 23 saksi dan ada beberapa tersangka juga yang menjadi saksi untuk tersangka lain (saksi mahkota),” kata Farudin.

Baca: Pelaku Mengaku tidak Hanya Sekali Membuang Pasien

Delapan tersangka diancam dengan pasal 304 junto 306 KUHP
dengan pidana minimal dua tahun dan maksimal tujuh tahun penjara. Dua pasal tersebut, merupakan pasal aleternatif yang akan dibuktikan pada persidangan.

“Ada dua pasal yang pokok, karena ini dakwaanya adalah alternatif. Tinggal yang mana akan terbukti dalam persidangan nanti,” tandasnya.

Loading...