Beranda Hukum Kriminal Berkas Perkara Penusukan Syekh Ali Jaber Dilimpahkan ke Kejaksaan, Ibu Tersangka Ikut...

Berkas Perkara Penusukan Syekh Ali Jaber Dilimpahkan ke Kejaksaan, Ibu Tersangka Ikut Diperiksa

532
BERBAGI
Alfin Andrian, tersangka penusukan Syekh Ali Jaber, bertemu ibunya di Polresta Bandarlampung, Senin (21/9/2020).

Zainal Asikin | Teraslampung.com

BANDARLAMPUNG—Penyidik Polresta Bandarlampung melimpahkan berkas perkara tahap pertama tersangka penusukan pendakwah kondang Syekh Ali Jaber dengan tersangka Alfin Andrian ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Bandarlampung, Senin (21/9/2020).

Sebelum berkas perkara tersebut dilimpahkan, penyidik Polresta Bandarlampung  memeriksa Yayat Rohayati yang merupakan ibunda tersangka Alfin Andrian (24).

“Ya, hari ini kami limpahkan berkas perkara tahap pertama tersangka penusukan Syekh Ali Jaber. Nanti tinggal kita lihat pemeriksaan dari jaksanya,”kata Kasat Reskrim Polresta Bandarlampung, Kompol Resky Maulana, Senin (21/9/2020).

Kompol Resky membenarkan pihaknya melakukan pemanggilan dan pemeriksaan terhadap ibu tersangka untuk dimintai keterangannya.

“Ibu tersangka sudah datang tadi dan sudah dimintai keterangan oleh penyidik,”jelasnya.

Pantauan teraslampung.com di Mapolresta Bandarlampung, Yayat Rohayati, ibu tersangka Alfin Andrian dengan mengenakan baju warna biru dan kerudung biru, terlihat keluar dari ruangan penyidik Satreskrim Polresta Bandarlampung dengan raut wajah sedih.

Dengan didampingi keluarga, Yayat Rohayati saat diminta tanggapannya enggan berkomentar sedikit pun mengenai kedatangannya di Mapolresta Bandarlampung dan terkait pemeriksaannya. Namun pihak keluarganya mengatakan, “Kami sudah menyerahkan sepenuhnya masalah ini ke kuasa hukum, jadi mohon maaf ya mas,”kata Ita.

Selain itu juga, pihak keluarga tersangka menyampaikan permohonan maaf kepada korban atas nama Alfin Andrian. Menurut Ita, perbuatan keponakannya Alfin, terjadi karena khilaf. Ita juga menyebutkan, bahwa tidak ada niatan keponakannya Alfin tersebut untuk melukai korban.

“Kami atas nama keluarga minta maaf kepada semua masyarakat, dan khususnya untuk Syekh Ali Jaber atas perbuatan keponakan kami Alfin ini,”ucapnya.

Taklama berselang, tersangka Alfin Andrian mengenakan kaos hitam turut keluar dari ruang pemeriksan tersebut. Polisi yang mengawal tersangka, memberikan kesempatan kepada tersangka dan ibunya untuk bertemu.

Yayat Rohayati (baju biru dan kerudung biru, ibu kandung penusuk Alfin Andrian, datang ke Polresta Bandarlampung untuk dimintai keterangan oleh penyidik kepolisian, Senin (21/9/2020).

Sang ibunda, Yayat Rohayati langsung menghampiri dan memeluk Alfin. Seketika itu, tangis Yayat pun pecah sembari menciumi Alfin. Sementara tersangka Alfin yang dipeluk ibunya, meneteskan air mata sembari memandangi wajah ibunya sebelum dimasukkan ke sel tahanan Mapolresta Bandarlampung.

Ardiansyah dan rekan, selaku kuasa hukum tersangka saat ditemui mengatakan, pihaknya mewakili keluarga tersangka, bakal memberkan kasus tersebut secara transparan. Bahkan, pihaknya mengklaim sudah mencapai kesepakatan yang penting dengan penyidik Polresta Bandarlampung.

“Yang jelas, kami akan membuka diri kepada pihak manapun yang ingin mengetahui lebih dalam kasus tersebut,”ujarnya.

Menurutnya, keterbukaan tersebut sangatlah perlu dilakuka, agar tidak ada lagi kesimpangsiuran informasi informasi terkait kasus tersebut.

“Terutama mengenai motif sebenarnya dari Alfin. Maka dengan begitu, supaya tidak terjadi adanya kesimpangsiuran seperti informasi yang beredar selama ini,”ungkapnya.

Saat disinggung mengenai surat rekam medik yang ditunjukkan untuk membuktikan kondisi kejiwaan tersangka Alfin, Ardiansyah membenarkan hal tersebut. Hanya saja, dirinya belum dapat menjelaskan secara rinci mengenai surat rekam medik yang dikeluarkan oleh Klinik Kesehatan di wilayah Kabaputen Pesawaran.

“Untuk rekam mediknya Alfin, belum bisa kami paparkan nanti ada ahli yang akan menilai bagaimana Alfin ini sebenarnya, karena inikan porsi mereka (ahli kejiwaan). Yang jelas, Alfin pernah diantar oleh pamannya ke Klinik Kesehatan tersebut tahun 2016 dan raksinya berontak saat dibawa,”bebernya.

Mengenai kondisi Alfin sendiri , kata Ardiansyah, saat ini kondisinya cukup stabil. Bahkan secara pribadi, Alfin juga menyampaikan permohonan maafnya kepada korban Syekh Ali Jaber.

“Saya sempat bincang tadi sama Alfin meski sebentar, dan dia (Alfin) mengungkapkan permintaan maafnya dan terima kasih atas doa yang dihaturkan Alfin juga berharap agar ke depan menjadi orang yang lebih baik lagi,”katanya.

Dengan dilimpahkannya berkas perkara ke Kejaksaan, kuasa hukum tersangka Alfin akan mengikuti proses hukum tersebut.

“Intinya, kami akan memberikan keterangan yang berkenaan dengan polisi,”pungkasnya.

Terpisah, Kepala kejaksaan negeri (Kajari) Bandarlampung, Abdullah Noer Deny saat dikonfirmasi teraslampung.com mengatakan, pihaknya telah menerima pelimpahan tahap pertama berkas perkara tersangka penusukan Syekh Ali Jaber yang dikirim langsung oleh penyidik Polresta Bandarlampung.

“Sudah kami terima Senin siang tadi sekitar pukul 14.30 WIB pelimpahan berkas perkaranya,”ujarnya.

Selanjutnya, kata Abdullah Noer Deny, berkas perkara tersebut akan segara disampaikan ke JPU untuk mempercepat proses penitian berkas, yakni dengan batas waktu penelitian selama 14 hari kedepan.

“Nanti akan kita sampaikan ke JPU untuk diteliti berkasanya, batas waktunya 14 hari. Tapi kami akan berusaha untuk mempercepat prosesnya dengan batas waktu 7 hari untuk menentukan, apakah alat buktinya cukup atau tidak,”terangnya.

Dikatakannya, penelitian berkas ini dilihat dari unsur formil maupun materilnya, sudah sesuai dengan perundang-undangan atau tidak.

 

Loading...