Beranda Hukum Kriminal Berkas Perkara Tiga Anggota DPRD dari Partai Golkar Dilimpahkan ke Kejaksaan

Berkas Perkara Tiga Anggota DPRD dari Partai Golkar Dilimpahkan ke Kejaksaan

274
BERBAGI
azwar yacub datangi polda lampung
Azwar Yaqub (kemeja merah) bersama istrinya saat akan masuk ke ruangan penyidik Subdit I Ditreskrimum Polda Lampung, Senin siang (9/1/2017).

Zainal Asikin|Teraslampung.com

BANDARLAMPUNG — Meskipun sudah antara pelaku dengan korban sudah menandatangani kesepakatan perdamaian, proses hukum kasus penganiayaan terhadap anggota Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) Lampung, Al Fasni Bima, tetap berlanjut. Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Lampung pun melimpahkan berkas perkara dengan tersangka tiga anggota DPRD dari Partai Golkar ke kejaksaan, Selasa (30/5/2017).

Ketiga tersangka legislator Golkar yang terlibat kasus penganiayaan tersebut adalah Azwar Yacub, Miswan Rodi, (keduanya anggota DPRD Provinsi Lampung), dan  Johny Corne (anggota DPRD Pesawaran).

“Berkasnya sudah lengkap (P21), pelimpahkan tahap II tersangka dan barang buktinya sudah dilimpahkan ke Kejaksaan tadi pagi,” kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Lampung, Kombes Pol Heri Sumarji,  Selasa (30/5/2017).

Terpisah, Kepala Seksi Intel Kejaksaan Negeri Bandarlampung, Andrie W saat dikonfirmasi teraslampung.com  membenarkan bahwa penyidik Polda Lampung telah melimpahkan tahap dua (P21), tiga tersangka dan barang bukti ke Kejaksaan Tinggi Lampung.

Dari Kejati Lampung, kata Andrie,  perkara tersebut diserahkan lagi ke Kejari Bandarlampung untuk proses administrasi. Sebab tempat kejadian pengeroyokan tersebut, terjadi pada September 2016 silam berada di wilayah hukum Kejari Bandarlampung.

“Karena kasusnya terjadi di wilayah kejari Bandarlampung, maka kasusnya diserahkan ke Kejari. Administrasinya, sudah diproses hari ini,”kata Andrie.

Meski jaksa penuntut umum memiliki kewenangan melakukan penahanan, kata Andrie, ketiga tersangka diputuskan tidak ditahan jaksa penuntut umum karena merupakaan anggota dewan aktif dan kooperatif. Selain itu: pihak keluarga melalui pengacaranya menjamin ketiga tersangka tidak akan melarikan diri.

“Tiga tersangka tidak diahan karena mereka sebagai anggota dewan aktif. Pertimbangan lainnya, karena pada tahap penyidikan ketiga tersangka tidak ditahan oleh penyidik,”jelasnya.

Loading...