Beranda Ruwa Jurai Bandarlampung Berobat Gratis Tidak Berlaku di Puskesmas Kota Karang, Ini Buktinya

Berobat Gratis Tidak Berlaku di Puskesmas Kota Karang, Ini Buktinya

1489
BERBAGI
Nurjanah bersama anak ke limanya di rumah kontrakannya yang berada di Kelurahan Pesawahan
Nurjanah bersama bayinya di rumah kontrakannya yang berada di Kelurahan Pesawahan, Kecamatan Telukbetung Timur, Bandarlampung.

Dandy Ibrahim | Teraslampung.com

Bandarlamung  — Selama ini Walikota Bandarlampung Herman HN sangat bangga dengan program berobat (kesehatan) gratis. Dalam program tersebut warga Bandarlampung yang kurang mampu bisa berobat gratis di puskesmas atau rumah sakit milik Pemkot Bandarlampung hanya dengan menunjukkan KTP dan kartu keluarga. Hal itu ternyata tidak terjadi di Puskesmas Rawat Inap Kota Karang, Bandarlampung.

Mengandalkan informasi yang sudah beredar luas bahwa ibu yang melahirkan di Puskesmas atau rumah sakit milik Pemkot Bandarlampung, Nurjanah (32), warga Kelurahan Kota Karang, Telukbetung Timur, tidak punya persiapan uang saat hendak melahirkan.

Pada Senin (3/11/2020, ia sangat terkejut saat akan meninggalkan Puskesmas Rawat Inap Kota Karang, Bandarlampung usai melahirkan anak kelimanya.

“Waktu saya mau pulang, kartu hijau (KIS) saya tidak bisa digunakan, kemudian saya menggunakan KK dan KTP juga tidak bisa. Saya diminta oleh petugas untuk jalur umum saja dengan mengeluarkan biaya sebesar Rp 600 ribu,” katanya kepada teraslampung.com di rumah kontrakannya di Jalan Ikan Sepat, Gang Lekjos, Kelurahan Pesawahan, Kecamatan Telukbetung Selatan.

Dia menambahkan, suaminya Surahman (42) yang bekerja sebagai buruh di Pelabuhan Panjang sudah berusaha memohon kepada pihak puskesmas agar bisa menggunakan fasilitas Program Pelayanan Kesehatan Masyarakat (P2KM) atau cukup menggunakan KK dan KTP Kota Bandarlampung.

“Suami saya sudah mohon-mohon tapi petugas puskesmas tetap meminta kami untuk membayar seperti pasien umum. Akhirnya kami harus membayar Rp600 ribu,” ujarnya.

Mendengar Nurjanah diminta uang Rp600 untuk biaya melahirkan, tetangganya yang juga ibu angkat Nurjanah Ibu urut panggilannya mendatangi puskesmas tersebut untuk meminta penjelasan dari Puskesmas Rawat Inap Kota Karang.

“Atas bantuan ibu angkat saya yang mendatangi Puskesmas Kota Karang uang saya yang Rp600 ribu dikembalikan oleh petugas. Tolong ya pak jangan dibesar-besarkan saya ini orang miskin,” harapnya.

Selanjutnya teraslampung.com melakuan konfirmasi ke Kepala Puskesmas (Kapuskes) Rawat Inap Kota Karang dr. Aida Melissa. Sayangnya menurut salah seorang petugas dr. Aida Melissa sudah pulang padahal pada saat itu baru pukul 13.55 WIB.

“Maaf pak, Kapuskes baru saja pulang,” kata petugas yang keluar dari ruang Poli Gigi.

Kemudian teraslampung.com menghubungi Kepala Dinas (Kadis) Kesehatan Kota Bandarlampung Edwin Rusli melalui aplikasi WhatsApp dan menceritakan kejadian yang dialami oleh Nurjanah.

Edwin Rusli langsung merespon dan dia berjanji akan memanggil dan menegur semua petugas di Puskesmas Rawat Inap Kota Karang.

“Saya akan panggil juga saya akan tegur semuanya,” tegas Edwin.

Pada Kamis (5/10/2020) Teraslampung.com kembali mencoba menghubungi Kepala Puskesmas Kota Karang. dr. Aida. Namun, ia menghindar dengan alasan sedang ke Dinas Kesehatan. Ia pun menyerahkan anak buahnya untuk memberikan keterangan.

“Siang Pak, tadi sudah bertemu dengan Pak Wahyudi dan …. (menyebutkan nama wartawan). Beliau sebagai koordinator semuanya. Jadi sudah diwakilkan mereka saja. Mohon maaf saya sedang Dinkes,” katanya.

Teraslampung.com kemudian berusaha mencari dr.Aida di Dinas Kesehatan Kota Bandarlampung. Menurut Kadis Kesehatan Kota Bandarlampung, Edwin Rusli, rapat sudah bubar sejak pukul 12.00.