Beranda Hukum Kriminal Berpakaian Necis, Kawanan Pencuri Kuras Harta Dosen STKIP PGRI

Berpakaian Necis, Kawanan Pencuri Kuras Harta Dosen STKIP PGRI

493
BERBAGI

M. Zaenal Asikin/Teraslampung.com

Bandarlampung—Dua pencuri menyatroni rumah milik Imam Subari (52) Dosen STKIP PGRI Bandarlampung di Jalan Urip Sumoharjo, Gang Harapan, Kelurahan Way Halim Permai, Kecamatan Way Halim, Bandarlampung, Selasa (22/4) sekitar pukul 09.00 WIB. Modus pencurian ini terbilang baru, yakni pelaku beraksi dengan berpakaian rapi dan berdasi.  Akibat peristiwa pencurian tersebut, korban mengalami kerugian sebesar Rp 20 juta .

Ernawati (19) ), pembantu di rumah tangga di rumah Ahmad Subari, mengaku kedua pelaku yang datang kerumah majikannya tersebut, mengenakan pakaian rapi dan berdasi seperti seorang pegawai. Pada saat itu kondisi rumah sepi,  hanya ada dirinya anak majikannya yang masih kecil dan sedang tertidur di depan televisi.

“Pelakunya dua orang, memakai baju warna pink lengan panjang, dan berpakian kotak-kotak warna hitam putih.Kedua pelaku mengendarai sepeda motor Honda Revo warna merah hitam, tapi saya tidak tau berapa plat nomornya. Motor itu diparkirkan di samping gerbang pintu masuk, satu orang menunggu dimotor dan yang satu lagi masuk dengan berpura-pura bertamu,” kata Ernawati kepada wartawan, Selasa (22/4).

Ernawati menjelaskan, pelaku minta izin masuk ke rumah dengan alasan akan mengukur tanah. Ketika Ermawati mau coba menghubungi majikan saya, pelaku ini mengaku sudah menghubunginya. Pelaku kemudian meminta benang, buku, dan pena.

Seorang pelaku yang semula menunggu di atas motor itu juga ikut masuk ke rumah. Pelaku bertanya kamar satu persatu ini milik siapa. “Tapi saya tidak menaruh curiga terhadap dua pelaku tersebut, menurut saya mereka adalah petugas dari pertanahan yang mau mengukur tanah milik majikan saya,” kata Erma.

Saat Erma masuk ke kamar belakang untuk mengambil benang, seorang pelaku mengikutinya dan ikut masuk ke kamar. Di kamar itu pelaku tersebut terus-menerus menanyakan berbagai hal kepada Erma.

“Tak lama kemudian dia pamit mau ke depan. Begitu saya keluar ke ruangan depan, kedua pelaku ini sudah pergi dan saya melihat kamar milik majikan saya sudah berantakan semua.  Saat itu juga saya langsung menghubungi ibu majikan perempuan saya bahwa rumahnya dibobol oleh pencuri,” kata dia.

Imam Subari mengaku dia mengetahui bahwa rumahnya telah disantroni kawanan maling setelah menerima telepon dari istrinya.“Saya menerima telepon dari istri saya, bahwa rumahnya kemalingan. Setelah selesai mengajar di Kampus STKIP PGRI saya pulang kerumah, begitu saya datang ke rumah ternyata benar, pelaku mencongkel almari dengan mengambil barang yakni satu buah laptop, perhiasan cincin dan gelang seberat 10 gram, satu unit telepon genggam, kamera foto digital seharga Rp 2 juta, dan uang tunai sebesar Rp 2,7 juta,”kata Imam Subari, Selasa (22/4).

Kini kasus pencurian tersebut ditangani Polsek Sukarame, Bandarlampung.

Loading...