Beranda Headline Berprestasi Sejak SD, Arief Mulai Aneh Sejak Kuliah di UI

Berprestasi Sejak SD, Arief Mulai Aneh Sejak Kuliah di UI

18092
BERBAGI

Dandy Ibrahim | Teraslampung.com

BANDARLAMPUNG — Mulyadi Tanjung (58), ayah kandung Ariefaldi, kini harus menanggung beban penderitaan akibat kemalangan anak sulungnya sendirian. Hal itu setelah istrinya  pulang ke rumah orang tuanya di Pekanbaru sejak dua bulan lalu karena tidak tahan dengan perilaku Arief yang suka melawan.

“Istri saya balik ke orang tuanya. Ia nggak tahan sama Arief yang melawan sama orang tua. Saya masih kontak – kontakan sama istri. Istri saya sebenarnya ingin pulang ke Bandarlampung, tetapi belum punya ongkos,” kata Mulyadi, saat ditemui Teraslampung.com di tempatnya jualan boneka di Pasar Tengah Bandarlampung, Sabtu (28/4/2018).

Mulyadi mengaku, penderitaan yang kini dialaminya berbanding terbalik dengan kebahagiaan yang pernah direguknya saat Arief masih kecil dan bersekolah di SD dan SMP.

BACA: Pernah Kuliah di UI, Ini Cerita Pilu tentang Pemecah Kaca Gedung Satap Pemkot Bandarlampung

Menurut Mulyadi,anak sulung buah cinta dirinya dengan Erlinawati adalah anak yang berprestasi sejak duduk di bangku Sekolah Dasar. Prestasi Arief ditunjukkan dengan meraih sejumlah penghargaan

“Arif itu anak yang pintar. Sejak  SD sampai SMA selalu pendapatkan rangking (peringkat yang bagus). Di rumah 12 piala dan piagam. Tapi, semua piala dan piagam penghargaan itu sudah musnah dibakar Arief,” ujar Mulayadi.

Mulyadi menuturkan, sebelum diterima di UI pada 2013, Arief mengenyam pendidikan di SMA Negeri 2 Bandarlampung, lalu pindah ke SMA Al-Azhar.

“SMA-nya lulus dari SMA Al-Azhar,” katanya.

Ariefaldi (26), warga Way Halim saat diamankan petugas Sat Pol PP Kota Bandarlampung usai memecahkan kaca gedung Satu Atap (Satap) Pemkot Bandarlampung.

Nah, ketika kuliah di UI tersebut Ariefi mulai aneh – aneh ,seingga pemilik kosnya di kawasan Depok, berkali – kali mengontak Mulyadi untuk segera membawa pulang anaknya.

“Arief itu anaknya pendiam dibanding dua anak saya lainnya. Dulu, dia baik – baik saja, suka bantu saya dagang boneka di sini,” katanya.

BACA: Prang! Pecahlah Kaca Kantor Gedung Satu Atap Pemkot Bandarlampung

Mulyadi menduga, kemungkinan anaknya  bertingkah aneh karena terlalu banyak membaca.

“Ia banyak membaca buku agama. Ia sering bicara dajjal akan datang, dan bilang bahwa azan tidak kenal waktu sholat. Hal itu mungkin disebabkan dia banyak membaca – baca buku,  tetapi tidak ada yang menuntunnya atau tidak memiliki guru,”ujarnya.