Beranda News Internasional Bertemu di Singapura, Donald Trump dan Kim Jong-un Sepakati Denuklirisasi

Bertemu di Singapura, Donald Trump dan Kim Jong-un Sepakati Denuklirisasi

291
BERBAGI
Donald Trump usai bertemu dengan Kim Jong-un di Singapura,Selasa (12/6/2018). Foto: AFP via BBC

TERASLAMPUNG.COM, Singapura — Setelah sempat tertunda, Presiden Ameria Serikat Donald Trump dan pemimpin Korea Utara Kim Jong-un akhirnya menggelar pertemuan di Singapura, Selasa. 12 Juni 2018. Keduanya menyepakati empat hal penting. Salah satunya soal denuklirisasi di Semenanjung Korea.

Sebelum memulai pertemuan, kedua kepala negara berjabat tangan dihadapan insan media yang meliput kegiatan bersejarah itu. Keduanya juga nampak bertukar senyum.

Pertemuan tertutup dilangsungkan, dan hanya diikuti Trump, Kim dan seorang penerjemah.

Selanjutnya juga dijadwalkan pertemuan antardelegasi kedua negara.

Dalam konferensi persnya, Presiden Trump mengatakan pertemuan dengan pemimpin Korea Utara itu berlangsung ‘jujur, terus terang, dan produktif’.

Kesepakatan yang dicapai antara lain menyebutkan kedua negara akan bekerja sama ke arah ‘hubungan baru’ dan Amerika Serikat akan memberikan ‘jaminan keamanan’ kepada Korea Utara.

Terkait senjata nuklir -yang menjadi isu utama- Kim menegaskan ‘komitmen teguh dan kukuh untuk menuntaskan denuklirisasi Semenanjung Korea’.

Para pengamat mengatakan dokumen yang ditandatangani tidak mengandung subtansi, khususnya tentang bagaimana denuklirisasi akan dicapai.

Namun dalam konferensi pers usai pertemuan, Trump mengungkapkan beberapa hal yang tidak tercakup dalam naskah kesepakatan.

Tentang denuklirisasi, Trump mengatakan Kim sudah setuju hal itu akan ‘diverifikasi’, yang merupakan tuntutan utama AS sebelum pertemuan.

Presiden Trump mengatakan Kim juga sepakat untuk menghancurkan ‘situs uji coba mesin rudal utama’.

Namun dia menyatakan bahwa sanksi-sanksi ‘saat ini tetap berjalan’ dan menegaskan ‘kita belum menyerahkan apa pun’.

Pertemuan sudah berakhir, kesepakatan sudah ditandatangani, dan dunia kini menanti kelanjutannya setelah langkah pertama yang bersejarah ini terwujud, yang hingga pekan ketiga Mei lalu masih diragukan.

Beberapa pengamat berpendapat bahwa kesepakatan tidak mengandung substansi sementara para pembangkang asal Korea Utara di Seoul mengatakan kecewa karena KTT tidak mengangkat isu HAM.

Pertemuan Kim-Trump merupakan yang pertama antara presiden AS yang sedang menjabat dan pemimpin Korea Utara yang berkuasa.

Isu denuklirisasi Korea Utara menjadi agenda utama dalam pertemuan, sementara Korut dilaporkan mengharapkan bantuan ekonomi.

Hingga September 2017 lalu, Korea Utara sudah melakukan enam uji coba nukir dan Kim Jong-un menyatakan misi sebagai negara nuklir sudah tercapai.

Pemerintah Washington tidak mengharapkan hasil akhir dari KTT di Singapura, dan Presiden Trump menyebutnya sebagai ‘situasi untuk mengetahui Anda’ dan ‘ini akan menjadi sebuah proses’.

TL/BBC/BBS

Loading...