Beranda News Nasional Bertemu Presiden Jokowi, Sekjen PBB Apresiasi Peran Indonesia Dalam Krisis di Rakhine...

Bertemu Presiden Jokowi, Sekjen PBB Apresiasi Peran Indonesia Dalam Krisis di Rakhine State

244
BERBAGI
Presiden Jokowi saat mengikuti agenda KTT ASEAN di Manila, Filipina, Senin (13/11).

TERASLAMPUNG.COM — Di sela-sela kesibukannya menghadiri rangkaian acara di Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN, Presiden Joko Widodo melakukan pertemuan bilateral dengan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres di Philippines International Convention Center (PICC), Manila, Filipina, Senin (13/11).

Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden, Bey Machmudin, dalam siaran persnye menyebutkan, pertemuan ini membahas masalah penyelesaian krisis kemanusiaan di Rakhine State, Myanmar.

“Sekjen PBB Guterres menyampaikan apresiasi terhadap peran Indonesia dalam membantu penyelesaian krisis kemanusiaan di Rakhine State, Myanmar,” kata Bey.

Baik Presiden Jokowi maupun Sekjen PBB Antonio Guterres, lanjut Bey, memiliki kekhawatiran yang sama mengenai krisis kemanusiaan di Rakhine State. Ia menyebutkan, Presiden dan Sekjen PBB sepakat untuk terus berupaya membantu penyelesaian krisis kemanusiaan di Rakhine State.

“Jika tidak selesai, maka krisis ini akan berdampak pada stabilitas dan keamanan kawasan. Krisis yang berkelanjutan juga akan melahirkan radikalisme dan bahkan meningkatnya ancaman terorisme,” kata Presiden Jokowi.

Selain itu, Presiden Jokowi dan Sekjen PBB membahas pentingnya segera diselesaikan MOU Repatriasi antara Myanmar dan Bangladesh.

“Penyelesaian MOU sangat penting artinya bagi proses repatriasi,” kata Presiden Jokowi.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan keprihatinannya atas terjadinya krisis kemanusiaan di Rakhine State, Myanmar. Ia mengingatkan, ASEAN tidak dapat berdiam diri atas terjadinya krisis tersebut, karena krisis ini tidak saja menjadi perhatian negara-negara anggota ASEAN namun juga dunia.

“Kita harus bergerak bersama. Myanmar tidak boleh tinggal. ASEAN juga tidak boleh tinggal diam,” kata Presiden Jokowi saat berbicara pada Pleno KTT ke-31 ASEAN yang diselenggarakan di Philippines International Convention Center (PICC), Manila, Filipina, Senin (13/11) siang.

Untuk mengatasi krisis kemanusiaan ini harus ada kepercayaan dan solidaritas di antara negara-negara anggota ASEAN. Semakin lama masalah ini dibiarkan maka akan berdampak pada keamanan dan stabilitas kawasan termasuk munculnya radikalisme dan perdagangan manusia.

Bantuan Kemanusiaan

Indonesia sendiri, menurut Presiden Jokowi, telah turut membantu mengatasi krisis kemanusiaan tersebut dengan berkontribusi memberikan bantuan kemanusiaan. Indonesia bahkan telah menyampaikan usulan formula 4+1 untuk Rakhine, termasuk mendukung implementasi rekomendasi mantan Sekjen PBB Kofi Annan.

Loading...