Berusaha Kabur, Residivis Narkoba Didor Polisi

  • Bagikan

Zainal Asikin/ teraslampung.com


M. Rizki alas Ciwo. (Teraslampung.com/Zainal Asikin)

BANDARLAMPUNG-Satuan Reserse Narkoba Polresta Bandarlampung menghadiahi sebutir timah panas di kaki kiri residivis kasus narkoba, M Rizki alias Ciwo (20, warga Jalan Aster, Kelurahan Rawa Laut, Tanjungkarang Timur.

Tersangka ditangkap saat akan bertransaksi narkoba jenis sabu-sabu di parkiran Karaoke Pratama, di Jalan Untung Suropati, Kelurahan Labuhan Ratu, Bandarlampung, Sabtu (30/12) sekitar pukul 04.00 WIB.

“Saat akan ditangkap, tersangka Rizki alias ciwo ini membuang sebuah bungkusan yang didalamnya berisikan satu paket kecil sabu-sabu. Kemudian saat tersangka akan dibawa oleh petugas, tersangka berusaha melarikan diri dan melakukan perlawanan kepada petugas sehingga petugas melumpuhkan tersangka dengan menembak kaki kirianya dengan sebutir timah panas,” kata Kanit I Iptu Herlan Arfa kepada wartawan, Selasa (2/12).

Herlan menuturkan,penangkapan tersangka berdasarkan informasi masyarakat, bahwa ditempat parkiran Karaoke Pratama yang berada di Jalan Untung Suropati, Kelurahan Labuhan Ratu, Bandarlampung sering dijadikan tempat untuk transaksi narkoba jenis sabu-sabu.

Polisi kemudian melakukan penyelidikan  dengan berpura-pura memesan sabu-sabu
kepada tersangka Rizki.

“Dari tempat itu, petugas berhasil menangkap tersangka Rizki alias Ciwo  saat akan melakukan transaksi. Petugas juga menyita barang bukti satu paket kecil sabu-sabu dan satu unit ponsel  yang sering digunakan tersangka untuk bertransaksi. Selanjutnya tersangka bersama barang bukti dibawa ke Mapolresta untuk dilakukan pemeriksaan dan pengembangan,” kata dia.

Dari hasil pemeriksaan, Herlan menjelaskan, tersangka Rizki alias Ciwo mengakui sabu-sabu tersebut akan diantarkan tersangka kepada pemesannya. Namun, barang haram tersebut bukanlah miliknya melainkan milik temannya Ibeng warga Way kandis.

Berdasarkan catatan kepolisian, tersangka Rizki ini diketahui seorang Residivis kasus narkoba pada tahun 2013 lalu dan menjalani hukuman selama enam bulan kurungan di Lapas Way
Hui.

“Tersangka Rizki kembali menjalani pekerjaannya sebagai kurir narkoba selepas keluar dari dalam Lapas, dan tersangka sudah beberapa kali mengantarkan sabu kepada pemesannya. Sekali mengantarkan sabu-sabu, tersangka mendapatkan upah tiga kali pakai sabu-sabu,” jelasnya.

Herlan menambahkan, terhadap perkara tersebut pihaknya masih melakukan pengembangan dan memburu tersangka Ibeng kini masih buron (DPO) diduga sebagai bandar narkoba. Akibat perbuatannya, tersanka Rizki kini harus kembali mendekam dijeruji besi tahanan Mapolresta Bandarlampung.

Tersangka akan dijerat dengan Pasal 114 ayat (1) sub pasal 112 ayat (1) UU RI No 35 tahun 2009 ancaman hukuman paling singkat lima tahun dan paling lama 20 tahun penjara.

  • Bagikan