Beranda News Pers Besok Jurnalis Lampung Gelar Aksi Solidaritas Kekerasan Jurnalis Banyumas

Besok Jurnalis Lampung Gelar Aksi Solidaritas Kekerasan Jurnalis Banyumas

341
BERBAGI

Zainal Asikin | teraslampung.com

BANDARLAMPUNG — Puluhan jurnalis yang tergabung dalam organisasi profesi wartawan dari Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Lampung, Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Bandar Lampung, Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Pengda lampung dan Pewarta Foto Indonesia (PFI) Lampung, akan menggelar aksi solidaritas kekerasan terhadap jurnalis di Banyumas, Purwokerto, Jawa Tengah yang terjadi beberapa waktu lalu.

Aksi damai tersebut, akan berlangsung di bundaran Tugu dipura pada Jumat (13/10/2017) besok siang sekitar pukul 14.30 WIB.

Aksi solidaritas terhadap kekerasan jurnalis tersebut, merupakan hasil kesepakatan rapat bersama dari empat organisasi profesi wartawan lampung yang digelar di secretariat PFI Lampung di Jalan Radin Intan, Tanjungkarang Pusat, Kamis (12/10/2017).

Dalam rapat tersebut, dihadiri Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Bandar Lampung, Padli Ramdan, perwakilan dari Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Lampung, Adolf Ayatullah, Ketua Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Pengda lampung, Aris Susanto dan ketua Pewarta Foto Indonesia (PFI) Lampung, Ikhsan Dwi Nursatrio.

Ketua Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Pengda lampung, Aris Susanto mengatakan, dari hasil rapat bersama yang dilakukan di secretariat PFI siang tadi, telah disepakati bersama Jumat (13/10/2017) besok sekitar pukul 14.30 WIB akan menggelar aksi solidaritas terkait kekerasan terhadap jurnalis di Banyumas, Purwokerto, Jawa Tengah.

“Aksi digelar di bundaran Tugu Adipura, dengan dress code mengenakan pakaian hitam. Hal tersebut merupakan sebagai simbol, bahwa matinya kebebasan pers di Indonesia,”ujarnya, Kamis (12/10/2017).

Menurut Aris, dalam aksi solidaritas tersebut, akan dihadiri ratusan jurnalis lampung yang tergabung dalam organisasi wartawan seperti PWI, AJI, IJTI dan PFI. Aksi tersebut, menyerukan atas kebebasan pers dan meminta pelaku penganiayaan terhadap jurnalis di Banyumas dihukum.

“Kami berharap, agar para aparat penegak hukum mengerti dan melek terhadap Undang-Undang kebebasan pers,”ungkap jurnalis televisi Indosiar tersebut.

Sementara ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Bandar Lampung, Padli Ramdan menuturkan, aksi solidaritas yang akan digelar Jumat besok, menjadi momentum untuk mengingatkan kembali terhadap beberapa kasus kekerasan yang melibatkan aparat penegak hukum terhadap jurnalis. Sehingga harus menjadi perhatian serius untuk aparat penegak hukum, khususnya untuk Kapolda Lampung yang baru.

Selain itu juga, kata Padli, AJI Bandar Lampung bersama PWI, IJTI dan PFI akan melayangkan surat audiensi untuk Kapolda Lampung guna membahas kasus kekerasan terhadap jurnalis yang melibatkan polisi. Audiensi tersebut, menindaklanjuti diskusi yang pernah digelar di LBH Bandarlampung pada akhir bulan September 2017 lalu.

“Audiensi tersebut, kita ingin ada komitmen dari Kapolda Lampung untuk membuat aturan atau edaran guna mencegah agar tidak terjadinya kasus kekerasan terhadap jurnalis di lampung kedepannya. Untuk audiensi tersebut, rencananya pada Kamis (19/10/2017) mendatang. Namun kepastiannya, kami masih menunggu dari Kabid Humas Polda Lampung,”jelasnya.