Opini  

Biaya Politik Masih Tinggi

Bagikan/Suka/Tweet:

Andi Desfiandi

Pesta demokrasi di berbagai daerah di Indonesia akan segera dilaksanakan pada 27 Juni 2018 secara serentak diseluruh Indonesia, namun nampaknya kualitas pemilukada secara umum untuk mendapatkan kepala daerah yang berkualitas, bersih, jujur dan berintegritas sepertinya masih ada dalam “Impian” walaupun reformasi sudah berlangsung hampir 20 tahun ditahun depan.

Demokrasi Indonesia masih sulit untuk mampu menghantarkan masyarakat di daerah meraih cita-cita reformasi melalui tangan-tangan amanah kepala daerah.

Hal tersebut bukan karena demokrasinya yang salah tapi sepertinya lebih kepada masyarakat serta para elit politik yang masih belum siap berdemokrasi dengan baik dan benar.

Reformasi saat ini mungkin sedikit kebablasan sehingga seolah tanpa rem dan saat disiapkan sedikit tambahan rem membuat sebagian dari kita bereaksi berlebihan.

Kembali kepada pemilukada yang akan berlangsung 1 hari kedepan, apakah akan menghasilkan pemilukada yg sesuai dengan cita-cita reformasi ?

Pemilukada nampaknya hanya bisa efektif dan efisien di daerah yang relatif masyarakatnya sudah “Kaya secara Materi, Kaya secara Intelektual dan Kaya secara Moral”.

Tanpa kekayaan-kekayaan tersebut, maka hampir mustahil “Politik Biaya Tinggi” bisa dieliminir karena biaya politik tinggi bukan hanya semata “Biaya Modal” penyelenggara yang harus menyiapkan biaya sangat besar tapi terutama para kandidat yang harus merogoh kocek sangat dalam agar mampu meraih simpati sesaat para pemilih.

Tapi juga “Biaya Sosial” yang tinggi karena rentan terhadap gesekan sosial dan perpecahan akibat masih rendahnya “Kualitas Pendidikan” masyarakat dan “Rendahnya Moral” masyarakat termasuk oknum kandidat, elit politik serta oknum penyelenggara dan pengawas pemilukada. Wallahualam

Kita semua harus mengembalikan semangat perjuangan reformasi terutama dalam menciptakan keadilan, kesejahteraan dan kedaulatan rakyat. Mari kita mulai dengan memilih calon-calon pemimpin daerah kita dengan hati nurani dan akal yg sehat bukan karena uang, hadiah, intimidasi, janji bahkan fitnah dan ujaran kebencian.

Masa depan kita semua berada pada pilihan kita sendiri dibilik suara pada 27 juni esok hari dan jangan sampai ketidakacuhan kita akan menyengsarakan anak dan cucu kita kelak.

Semoga Allah memberi kita petunjuk dan kebenaran dalam menentukan siapa pemimpin kita yang paling amanah selama setidaknya 5 tahun kedepan. Aamiin.***

Dr. H. Andi Desfiandi, SE,. MA, Ketua Bravo 5 Lampung