Beranda Hukum Bikin Status Facebook Soal Ambulans DKI dan #Baswedanedan, Pentolan PDIP Solo Dipolisikan

Bikin Status Facebook Soal Ambulans DKI dan #Baswedanedan, Pentolan PDIP Solo Dipolisikan

2294
BERBAGI
Wakil Ketua Badan Pemenangan Pemilu PDIP Solo, Putut Gunawan. Foto: Joglosemarnews/Triawati PP
Wakil Ketua Badan Pemenangan Pemilu PDIP Solo, Putut Gunawan. Foto: Joglosemarnews/Triawati PP

TERASLAMPUNG.COM — Wakil Ketua Badan Pemenangan Pemilu PDIP Solo, Putut Gunawan dilaporkan ke polisi dengan dugaan ujaran kebencian dan penyebaran berita bohong. Putut disebutkan memposting kalimat di media sosial milik pribadinya yang diduga mengandung unsur SARA dan menyebarkan kebencian.

Dalam facebook pribadinya, Putut yang juga Ketua Komisi IV DPRD Solo menyebutkan MOBIL PMI DKI BAWA AMUNISI KERUSUHAN DEMO. PECAT GUBERNUR DKI! #BASWEDANEDAN. Kalimat #BaswedanEdan sebagaimana tertulis dalam postingannya terkategori ujaran kebencian terhadap marga “Baswedan“ yang merupakan Marga Arab-Indonesia.

BACA: Pesta Miras di Pinggir Bengawan Solo Tewaskan 5 Orang, Peracik Menyerahkan Diri. Bahan yang Dipakai Ada Jamu Pahitan sampai Alkohol 96%

Postingan tersebut juga diduga memuat berita HOAX, karena mengingat informasi yang beredar bahwa mobil PMI dan Ambulance DKI Jakarta membawa batu amunisi dalam kerusuhan demo pada hari Rabu, 25 September 2019 adalah tidak benar, sebagaimana klariflkasi dari Kabid Humas Polda Metro Jaya oleh Kombes Pol Argo Yuwono pada Kamis 26 September 2019.

Pelapor diketahui bernama Mulyono warga Badran Mulyo RT 002 RW 014 Lalung Karanganyar, memasukkan laporannya ke Polresta Solo, Senin (30/9/2019). Ketika dimintai tanggapan lewat Whatsapp, Putut Gunawan enggan berkomentar dan meminta Wartawan untuk meminta tanggapan kepada Wakil Ketua DPC PDIP Solo bidang Hukum dan Advokasi, Suharsono.

“Kami siap memberikan pendampingan hukum kepada Putut Gunawan. Langkah yang akan diambil dalam waktu dekat yaitu membentuk tim. Pak Putut kader PDIP bahkan pengurus, kami akan berikan pembelaan hukum,” tandasnya.

Suharsono menilai, materi laporan terhadap Putut Gunawan tersebut sangat sumir. Menurutnya, status Putut Gunawan di akun Facebook nya tidak disebarkan ke pihak lain melainkan hanya diunggah di laman akun pribadi saja.

BACA: Komentarnya Bikin Geger Soal Pembacokan Polisi, Warga Pati Langsung Diciduk Polisi. Saat Ditangkap, Mengaku Minta Maaf

“Kalau soal status itu saya pernah baca. Tapi itu kan hanya diunggah di akun pribadi pak Putut. Istilahnya kan di rumah sendiri. Ya salahe orang yang ndelok ta. Sama halnya tentang dugaan penyebaran berita bohong. Karena informasi tersebut sebelumnya memang sempat viral. Artinya ada fakta hukum mobil ambulans di dalamnya ada batu. Berarti bukan kabar bohong,” tukasnya.

Di sisi lain, Kapolresta Surakarta, AKBP Andy Rifai ketika dikonfirmasi mengaku belum mendapatkan laporan terkait aduan tersebut. “Nanti akan saya cek dulu,” pungkasnya.

Joglosemarnews.com

Loading...