Beranda News Nusantara Biksu Makassar Kunjungi Pengungsi Rohingnya

Biksu Makassar Kunjungi Pengungsi Rohingnya

319
BERBAGI
Perwakilan FKUB saat mengunjungi pengungsi Rohingya di Masssar, Minggu (31/5).
MAKASSAR, Teraslampung.com — Enam perwakilan agama di Indonesia
mulai dari Islam, Budha, Hindu, Katolik, Protestan dan Khonghucu yang
tergabung Forum Kerukunan Umat Beragama atau FKUB Sulawesi Selatan
berkumpul di sebuah tempat pengungsian suku Rohingnya di Jalan Masale
Kecamatan Panakukang Kota Makassar Sulawesi Selatan, Minggu
(31/05/2015).

Kedatangan mereka untuk melakukan silaturahmi dengan puluhan
pengungsi Rohingnya yang harus meninggalkan kampung halaman mereka
karena adanya konflik.

Mewakili Umat Budha, Ketua Bikhu Pembina Budha Bikhu Sriratano
memberikan sumbangan kepada para pengungsi yang diserahkan kepada
perwakilan pengungsi Rohingnya.

“Diharapkan, semoga persoalan kemanusian myanmar dapat diselesaikan secepatnya,” kata Bikhu Siriratano Ketua Bikhu Pembina.

Dalam pertemuan ini disepakati jika pembantaian suku Rohingnya di
Myanmar sebagai hal yang tidak sesuai dengan ajaran agama mana pun. FKUB
mendesak pihak yang bertanggung jawab untuk segera mencarikan solusi
dan menghentikan pembataian di Myanmar.

Sementara itu, pengungsi Rohingya berharap agar International
Organization for Migration (IOM) dan United Nation High Commisioner for
Refugees atau (UNHCR) yang merupakan organisasi dunia yang menangani
soal pengungsian dapat segera membawa mereka ke negara ketiga seperti
Australia, Jepang dan Kanada untuk mencari suaka dan kewarganegaraan
sehingga mereka bisa hidup lebih baik.

“Kami tidak minta apa-apa, kami hanya minta bisa dibawa ke negara
ketiga, kalau kami pulang kami dibantai,” kata Moh Toyib salah seorang
pengungsi yang sudah ada di Indonesia sejak tiga tahun lalu.

Di Makassar, Sulawesi Selatan,  ada sekitar 200 pengungsi
rohingnya yang tersebar di beberapa tempat pengungsian mereka berada di
makassar secara bertapa sejak tiga tahun lalu. meski sudah
bertahun-tahun di makassar namun belum ada kepastian kapan mereka dibawa
ke negara ketiga.

kabarmakassar.com

Loading...