Beranda Ruwa Jurai Lampung Utara Bimtek Kades Lampung Utara di Bali, DPRD akan Panggil Penyelenggara

Bimtek Kades Lampung Utara di Bali, DPRD akan Panggil Penyelenggara

550
BERBAGI
Ketua Komisi I DPRD Lampung Utara Rachmat Hartono (kanan) bersama koleganya usai RDP dengan Apdesi, Senin (2/12/2019).
Ketua Komisi I DPRD Lampung Utara Rachmat Hartono (kanan) bersama koleganya usai RDP dengan Apdesi, Senin (2/12/2019).

Feaby Handana |Teraslampung.com

Kotabumi–Merasa belum cukup puas dengan penjelasan perwakilan Asosiasi Pemerintahan Desa Indonesia (Apdesi) Lampung Utara (Lampura) seputar perjalanan bimbingan teknis ke Bali, Komisi I DPRD Lampura bakal memanggil penyelenggara kegiatan bimtek tersebut.

BACA: Bimtek di Bali, Para Kades di Lampung Utara akan Dipanggil Inspektorat

“Tadi kami baru saja menggelar rapat dengar pendapat perwakilan Apdesi dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa/DPMD seputar bimtek mereka. Sekarang tinggal penjelasan dari pihak penyelenggara kegiatan yang belum kami dengar,” terang Ketua Komisi I legislatif Lampura, Rachmat Hartono usai RDP, Senin (2/12/2019).

Rachmat beralasan, pemanggilan ini semata – mata untuk mendapatkan ‎informasi yang sejelas-jelasnya seputar pelaksanaan bimtek yang dilaksanakan belum lama ini. Dengan demikian, tidak akan ada lagi kesimpangsiuran informasi atau nada – nada sumbang seputar pelaksanaan bimtek para kepala desa.

“Sesuai dengan salah satu tugas lembaga DPRD, pengawasan maka ingin me‎ngetahui apa saja hasil dan seberapa besar manfaat yang didapat dari bimtek,” jelasnya.

Di tempat sama, kolega Rachmat di Komisi I, Herwan Mega mengakui sebenarnya kegiatan yang dilakukan oleh para kepala desa itu tidak pas jika disebut bimtek melainkan studi banding.

BACA: Menunggu Para Kades Lampung Utara Bawa Oleh-oleh Bimtek dari Bali

‎Ia juga menyayangkan mengapa pihak kepala desa yang tergabung dalam Apdesi memilih lokasi Provinsi Bali ketimbang daerah lain. Selain rentan dengan tudingan miring karena Bali terkenal dengan pariwisatanya, Bali juga dianggap tidak cocok dengan Lampura.

“Tapi, rekan – rekan Apdesi sudah menjelaskan, lokasi itu dipilih karena desa terbaik di Indonesia ada di Bali. Mereka ingin belajar seputar administrasi berikut usaha di sana,” papar politisi asal Partai Demokrat ini.

‎Di lain sisi, Wakil Sekretaris Apdesi, Yunis Adhar terlihat enggan berkomentar usai mengikuti RDP. Berulang kali dicecar pertanyaan, berulang kali pula yang bersangkutan menyarankan untuk menghubungi ketua Apdesi Lampura, Edwar.

“Hubungi pak Edwar saja ya,” kata dia sembari buru – buru meninggalkan kerumunan wartawan.

Persoalan bimtek para kepada desa Lampung Utara mendapat sorotan sejumlah pihak tidak terkecuali Pelaksana Tugas Bupati Budi Utomo. Bahkan, Komisi Anti Korupsi (KPK) turut menyoroti kegiatan bimtek tersebut. Bimtek ini sendiri diperkirakan menyedot anggaran sekitar 2,7 Miliar. Rinciannya, tiap kepala desa mengeluarkan biaya sekitar 11,5 juta.