Beranda Tekno Ini Bioetanol Gel Pengganti Minyak Tanah Karya Mahasiswa Unsyiah

Ini Bioetanol Gel Pengganti Minyak Tanah Karya Mahasiswa Unsyiah

181
BERBAGI
Para mahasiswa Universitas Syah Kuala Banda Aceh dengan bioetanol yang mereka hasilkan. (Foto: acehkita.com)

TERASLAMPUNG.COM — Mahasiswa Universitas Syiah Kuala Banda Aceh menawarkan solusi pengganti bahan bakar minyak tanah bagi masyarakat Aceh. Mereka menawarkan ide penggunaan bioetanol gel sebagai bahan bakar alternatif pengganti minyak tanah.
“Bioetanol gel terbukti sangat ramah lingkungan berdasarkan penelitian yang telah kami lakukan. Di samping itu, penggunaan bioetanol gel juga dapat mengurangi jumlah pengeluaran masyarakat. Penggunaan bioetanol gel 250 gram setara dengan penggunaan 1 liter minyak tanah. Apalagi sekarang minyak tanah sudah mulai langka di pasaran dan harganya mahal,” jelas Ayu Nova Rida, Sabtu.

Ayu Nova Rida bersama tiga rekannya, yaitu Ida Afriani, Nur Aisyah, dan Cut Wildayati, merupakan mahasiswa Program Studi Teknik Kimia, Fakultas Teknik Unsyiah. Mereka meneliti bioetanol gel yang bisa menjadi bahan bakar alternatif.

Menurut Ayu, pengguna bioetanol sudah relatif banyak di berbagai belahan dunia. Negara Brazil menjadi negara nomor satu dalam penggunaan bioetanol dalam jumlah besar di kehidupan sehari-hari. Akan tetapi, kabarnya bioetanol cair sering menyebabkan sebuah ledakan, karena sifatnya yang mudah menguap dan terbakar.

“Oleh karena itu, kami melakukan penelitian untuk mengubah bioetanol cair menjadi bioetanol gel yang memiliki laju penguapan yang rendah sehingga mudah dan aman untuk digunakan, serta ramah terhadap lingkungan. Pengemasan bioetanol gel juga mudah dan mudah juga untuk dibawa ke mana-mana. Ini sangat bermanfaat bagi para pendaki gunung yang berkemah. Inovasi baru ini lahir atas bimbingan dari Dr. Ir. Marwan selaku dosen Fakultas Teknik,” ungkap Ayu.

Ia menambahkan, bioetanol cair dapat dibuat dari jagung, singkong, tebu dan tumbuhan lainnya yang mengandung gula untuk proses fermentasi. Akan tetapi, bahan-bahan baku tersebut dapat memicu berkurangnya jumlah pangan di dalam masyarakat.

Jadi, penggunaan molases atau limbah pabrik gula menjadi alternatif untuk bahan baku pembuatan bioetanol. Setelah didapatkan bioetanol cair, maka dengan penambahan Carboxyl Methyl Celullosa dapat membuat bioetanol cair menjadi bioetanol gel yang lebih aman dan ramah lingkungan. Penelitian bioetanol gel telah teruji di laboratorium dan sangat berguna apabila dimanfaatkan untuk home industry.

TL/Media Sindikasi/acehkita.com