Beranda Hukum Narkoba Bisnis Sabu, Napi Lapas Kalianda Hapus Rekaman CCTV karena Disuruh Sipir

Bisnis Sabu, Napi Lapas Kalianda Hapus Rekaman CCTV karena Disuruh Sipir

172
BERBAGI
Mantan Kalapas Kelas II B Kalianda, Lampung Selatan, Muchlis Adjie, dalam sidang di PN Tanjungkarang, Senin (15/10/2018).
Mantan Kalapas Kelas II B Kalianda, Lampung Selatan, Muchlis Adjie, dalam sidang di PN Tanjungkarang, Senin (15/10/2018).

Zainal Asikin | Teraslampung.com

BANDARLAMPUNG-Sidang perkara peredaran narkotika jenis sabu-sabu dan ekstasi di dalam Lapas Kelas II B Kalianda, Lampung Selatan, selain menghadirkan saksi dan juga terdakwa mantan Kalapas Kalianda, Muchlis Adjie (51) juga menghadirkan tiga saksi lainnya di Pengadilan Negeri (PN) Kelas IA Tanjungkarang, Senin 15 Oktober 2018.

Ketiga saksi tersebut adalah, Segian dan Joko, keduanya merupakan Napi penghuni Lapas Kalianda yang diperintah untuk menghapus rekaman CCTV oleh Sipir Lapas Kalianda, Rechal Oksa Haris alias Oksa (32) dan satu saksi lainnya adalah Lita yang merupakan teman wanita Napi Marzuli YS.

Dalam kesaksiannya di persidangan tersebut, saksi Segian (Napi) mengakui, bahwa dirinya yang telah menghapus rekaman CCTV yang ada di Lapas Kalianda tersebut. Ia berani melakukannya, lantaran mendapatkan perintah langsung atau disuruh oleh Sipir, Rechal Oksa Haris alias oksa tersebut.

“Saya menghapus rekaman CCTV itu, sekita pukul 00.30 WIB. Tapi saya tidak mendapat apa-apa melakukan hal itu, karena kami harus patuh. Kalau gak patuh atau menuruti dipukuli, dan saya takut makanya saya disuruh itu ya saya lakukan,”ungkap Segian, Senin 15 Oktober 2018.

Sementara saksi lainnya, Lita yang merupakan teman wanita Napi Marzuli mengakui, bahwa dirinya bisa bebas keluar masuk ke dalam Lapas Kalianda tanpa harus melalui serangkaian pemeriksaan oleh petugas Sipir.

Untuk bisa masuk ke Lapas tersebut dengan bebas, kata Lita, yakni hanya cukup menyebutkan sandi atau kode khusus yang telah diberikan kepada dirinya.

“Jadi saya masuk ke dalam Lapas, memang tidak pernah diperiksa. Ya saya hanya bilang sama sipir jaga, kalau saya orangnya Marzuli itu saja,”ucapnya.

Selain itu juga, Lita mengaku, kalau dirinya mengenal Napi Marzuli melalui media sosial Facebook. Selain melalui Facebook, kemudian dirinya sempat berbuhungan dengan Marzuli melalui ponsel.

“Kalau masuk ke dalam Lapas itu baru tiga kali, biasanya sehabis Ashar masuknya dan keluar sekitar pukul 17.00 WIB. Setiap datang menemui dia (Marzuli), saya dapat uang Rp 2,5 juta. Tapi Kalau lihat Marzuli pakai narkoba (sabu), itu baru sekali saya melihatnya,”ungkapnya.

Loading...