Beranda Hukum BKSDA dan Polda Buru Pelaku Penjual Satwa Dilindungi

BKSDA dan Polda Buru Pelaku Penjual Satwa Dilindungi

331
BERBAGI

Zainal Asikin/Teraslampung.com

BANDARLAMPUNG-Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Lampung, bekerjasama dengan Polda Lampung untuk membekuk pelaku berinisial D warga Metro. Pelaku tersebut adalah, yang melakukan penjualan satwa berupa burung dari berbagai jenis yang dilindungi oleh undang-undang.

Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Lampung, Subakir mengatakan dalam kasus tersebut, pihaknya berkerjasama dengan Polda untuk menangkap pelaku yang diketahui identitasnya berinisial D pemilik kios jual beli burung.

“Kami sudah gelar perkara dengan Polda, Jumat (12/6). Dari hasil gelar perkara, terungkap pelaku utamanya adalah D dalam  kasus penjualan satwa jenis burung yang dilindungi. Mudah-mudahan, pelakunya dapat segera tertangkap,“kata Subakir, Sabtu (12/6).

Subakir menjelaskan, kasus tersebut terungkap berdasarkan dari Indra Cahyo Prasetio yang ditangkap dikios burung di wilayah Metro, pada Kamis (11/6) lalu. Namun setelah diperiksa, Indra terbukti tidak terlibat dalam bisnis penjualan satwa jenis burung yang di llindungi dan Indra ditetapkan sebagai saksi.

Dari keterangan Indra, kata Subakir, indra hanyalah sebagai karyawan yang baru bekerja selama dua bulan dikios milik pelaku D. Dalam pekerjaannya, Indra dibayar sebesar Rp850 ribu/bulan dan Indra hanya bertugas menjual burung yang tidak dilindungi. Sedangkan burung yang dilindungi, dijual oleh pelaku D pemiliknya langsung.

“Jadi hasil penyidikan kami, Indra ini dikios hanya menjual burung jenis kutilang dan murai batu. Burung-burung itu yang tidak dilindungi undang undang, sehingga Indra hanya kami jadikan sebagai saksi. Sementara burung yang dilindungi dijual langsung oleh D pemiliknya dengan harga bervariasi sebesar Rp 3 Juta hingga Rp 4 juta,”tutur Subakir.

Burung-burung yang dilindungi tersebut, menurut Subakir, pihaknya belum mengetahui asal burung burung tersebut didapatkan. Karena dari keterangan Indra, burung burung yang dilindungi tersebut dibawa dan dijual langsung oleh D yakni pemiliknya dan Indra tidak mengetahuinya dari mana bosnya tersbut mendapatkannya.

“Untuk burungnya, kami belum tahu asalnya darimana. Karena satwa dilindungi ini, pelaku D yang langsung yang mengambil langsung dan membawa serta menjualnya,“ terangnya.

Ditambahkannya, bebapa jenis burung yang disita BKSDA dari kios tersebut, diantaranya merupakan jenis burung satwa yang dilindungi, dan beberapa burung bukan jenis yang dilindungi.

“Kasus ini, kami juga bekerjasama dengan ahli burung kebun binatang Ragunan dan LIPI. Jadi kami foto burung-burungnya, lalu dikirimkan kesana untuk dicek dan memastikan terkait satwa lindung atau bukan,”tandasnya.