Blok Cepu Diprediksi Sumbang Produksi 20 Persen Minyak Nasional

  • Bagikan
Kilang Minyak Lapangan Banyu Uriip di Blok Cepu, Bojonegoro, Jawa Timur (dok)

Teraslampung.com — Produksi minyak Lapangan Banyu Urip di Blok Cepu, Bojonegoro, Jawa Timur diprediksi biesa berkontribusi 20 persen produksi minyak nasional. Target produksi tersebut menurut Menteu Energi dan Sumnber Daya Alam (ESDA) Jero Wacik akan dilakukan secara bertahap.

“Proyek Cepu adalah proyek yang besar sekali, akan menghasilkan nanti pada produksi puncaknya akan mencapai 165.000 barel per hari, itu saya hitung revenuenya per hari kira-kira Rp 50 triliun per tahun, itu akan besar sumbangannya kepada negara kita,” kata Wacik, Rabu      (28/5).

Menurut Wacik, saat ini produksi lapangan yang dikelola kontraktor kontrak kerja sama (kontraktor KKS) Mobil Cepu Ltd (MCL) itu sebesar 29.000 barel minyak per hari. Pada September 2014 Lapangan Banyu Urip ditargetkan bisa naik 10.000 barel minyak per hari. Itu terutama dengan adanya tambahan fasilitas produksi awal dan ditargetkan mencapai puncaknya sebesar 165.000 barel per hari pada April tahun 2015.

Wacik berharap, proyek Cepu dapat segera selesai seluruhnya dan dapat diresmikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

“Mudah-mudahan saat diresmikan nanti produksi perdananya  30.000 barel per hari. Pada November 2014 diharapkan sudah bisa produksi  80.000 barel per hari dan bulan April  2015 sudah produksi penuh sebesar 165.000 barel per hari,” ujar Wacik.

Lapangan Banyu Urip diperkirakan mengandung lebih dari 450 juta barrel minyak dan direncanakan dapat memproduksi 165.000 barel minyak per hari.

Fasilitas tersebut mencakup 49 sumur pada tiga anjungan sumur, sebuah fasilitas pengolahan pusat, pipa sepanjang 95 kilometer untuk mengalirkan minyak ke fasilitas penyimpanan dan alir-muat terapung (Floating Storage and Offloading/FSO) bermuatan maksimal 1,7 juta barrel. Kapal tangker akan mengangkut minyak dari FSO tersebut ke pasar domestik dan dunia.

Pengembangan dan produksi Lapangan Banyu Urip ke depan akan membawa keuntungan berarti bagi Indonesia. Selain dari sisi penerimaan negara yang cukup besar, multiplayer efek lainnya juga akan dapat dirasakan khususnya bagi masyarakat sekitar dan bangsa Indonesia pada umumnya.

  • Bagikan