Blusukan Jokowi ke Lampung, Isyarat Lampung Penting bagi Pembangunan Kemaritiman dan Pertanian

  • Bagikan
Jokowi kampanye untuk PDIP di Kotagajah, Lampung Tengah (dok)
Jokowi di Pasar Kotagajah, Lampung Tengah, saat kampanye Pilgub Lampung, beberapa bulan lalu.
BANDARLAMPUNG,
Teraslampung.com-
-Presiden Joko Widodo didampingi Menteri BUMN, Menteri ESDM,
Menteri Perhubungan,  dan Menteri
Pertanian akan melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Lampung , Selasa besok
(25/11).
Kepala Dinas Bappeda Lampung
Fahrizal Darminto mengatakan,  ada dua hal
yang menjadi fokus perhatian Presiden dalam kunjungan kerja kali ini yaitu
infrastruktur (jalan, pelabuhan dan energi) dan pertanian. Hal ini juga yang
menjadi program prioritas kabinet kerja RI tahun 2014 – 2019.
Menurut Fahrizal, kunjungan Jokowi
ke Lampung pada masa awal jabatannya sebagai Presiden menjadi isyarat bahwa pemerintah
pusat menilai Lampung sangat penting terkait pembangunan kemaritiman dan
pertanian.

Fahrizal mengatakan, saat ini Provinsi Lampung telah memberikan kontribusi
signifikan dalam ketahanan pangan, dimana produksi padi mencapai 3,2 juta ton
gabah kering giling atau surplus 772 ribu ton/ tahun (sebagai sentra padi
peringkat tujuh nasional).

Pada tahun 2019 , Lampung
target nasional produksi padi sebesar 3.9 juta ton gabah kering giling , target
tersebut masih berpotensi untuk ditingkatkan menjadi 4,3 juta ton gabah kering
giling dengan dukungan pemerintah terkait.
Sementara itu, terkait dengan
infrastruktur , terdapat beberapa program prioritas yang sangat membutuhkan
dukungan pemerintah. Diantaranya  pelabuhan
penyebrangan Bakauheni – Merak. Angkutan penyebranagan Bakauheni – Merak
merupakan jalur penyebrangan terpadat di Indonesia dan sekaligus merupakan bottle
neck konektivitas Jawa – Sumatera . Rata – rata jumlah penumpang mencapai
3.171.360 orang/tahun dan jumlah kendaraan 3.200.157/tahun.
Selanjutnya infrastruktur
jalan di Provinsi Lampung . Percepatan realisasi pembangunan jalan tol pada
segmen Bakauheni – Terbanggi Besar (sekitar 140 km) sebagai bagian dari jalan
tol Sumatera. Diharapkan pada tahun 2015 dapat dilaksanakan pembebasan lahan
dengan dukungan dana APBN dan tahun 2016 dapat dilakukan ground breaking pada
lahan yang telah selesai pembebasannya.
Kemudian, tentang pemenuhan kebutuhan
energi listrik, di Lampung rasio elektrifikasi (RE) baru mencapai 74.79 persen
atau dibawah rata rata nasional sebesar 79,3 persen.

 Mas Alina
  • Bagikan