Beranda Views Inspirasi “BMX Pustaka”, Cara Bocah SD di Lampung Timur Tularkan Gemar Membaca

“BMX Pustaka”, Cara Bocah SD di Lampung Timur Tularkan Gemar Membaca

828
BERBAGI
Khoirul Alfine Romadhony siap keliling kampung dengan sepeda BMX untuk dibaca kawan-kawan sebayanya.

Zainal Asikin | Teraslampung.com

LAMPUNG TIMUR — Meski menyita waktu bermainnya,  Khoirul Alfine Romadhony — akrab disapa Dony — selalu bersemangat saat mengayuh sepeda BMX miliknya. Setiap Sabtu dan Minggu, bocah kelas tiga SD dari Desa Negeri Agung, Kecamatan Gunung Pelindung, Lampung Timur  keliling kampung dengan mengayuh sepeda “BMX Pustaka” sederhana miliknya, untuk meminjamkan buku gratis kepada teman-temannya dan anak-anak sebayaanya di kampungnya.

Tekada Dony membuat “BMX Pustaka” sebenarnya sederhana saja. Yakni agar anak-anak sebayanya di kampungnya juga gemar membaca seperti dirinya. Meski belum lama menjadi pegiat litrerasi, “BMX Pustaka” Dony kini sudah mendapat tempat bagi anak-anak di kampungnya. Aktivitas Dony menarik simpati dan perhatian warga di kampungnya, guru sekolah di juga Kepala Desa setempat.

Saat “BMX Pustaka” Dony tiba di sebuah kerumunan anak-anak, dengan antusias anak-anak membaca buku yang dibawa Dony. Anak-anak harus rela berebut untuk mendapatkan judul buku yang mereka inginkan. Maklum, stok buku yang dimiliki Dony memang masih sangat terbatas.

Pegiat literasi ini membangkitkan minat baca dengan membawa buku-buku di sepeda “BMX Pustaka” tersebut ke Taman Pendidikan Al qur’an (TPA) Al Barokah tempat Dony belajar mengaji.

“Saya senang bisa baca buku gratis dari teman saya Dony, karena bisa menambah ilmu dan wawasan. Kalau buku yang paling senang saya pinjam untuk dibaca dari BMX Pustaka milik Dony, buku pelajaran rumus Matematika, Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) dan juga sejarah,”ucap salah seorang teman sebaya Dony yang belajar di TPA tersebut.

Yang dilakukan Dony tersebut, juga menarik perhatian guru di TPA tersebut. Selain mengaji, anak-anak di TPA tersebut pun setiap hari Sabtu diajak membaca bersama selama 15 menit.

“Ya saya salut dan bangga sama Dony ini, anak seusia itu sudah mempunyai pemikiran yang maju. Lalu kami mengadakan membaca buku bersama di TPA ini selama 15 menit, membaca ini sangatlah penting agar anak-anak mendapat ilmu serta meningkatkan wawasannya,”ujar Willy, salah satu guru TPA.

Sebelumnya, Dony hanya memiliki 29 buku dan saat ini sudah memiliki 140 buku. Namun jumlah buku tersebut dirasakan masih kurang. Dony berharap, ada seseorang yang mau mendonasikan buku lagi untuk “BMX Pustaka” miliknya.

Warsito (36) ayah Dony mengatakan, dirinya senang dan bangga anak keduanya itu memiliki jiwa penggiat literasi. Warsito juga tidak menyangka kalau Dony anaknya memiliki pemikiran sampai sejauh itu mengajak teman-temannya dan anak-anak sebayanya membaca buku.

“Dony tidak bisa melihat ada buku bacaan baru, karena rasa keingintahuannya memang tinggi dan saat itu juga dia harus membaca. Sebagai orangtua saya mendukung kemauan dan cita-cita anak saya Dony ini, sebab apa yang dilakukannya adalah hal yang baik dan positif untuk Dony sendiri dan juga orang banyak,” kata Warsito.

Warisito mengaku, latar belakang anak-anak disekitar tempat tinggalnya banyak anak yang putus sekolah. Karena hal itulah, ia tidak ingin anak-anaknya juga putus sekolah sehingga ia menanamkan kepada anak-anaknya agar giat membaca dan belajar demi masa depannya kelak.

Masyarakat setempat dan juga Kepala Desa (Kades), mensuport apa yang telah dilakukan Dony. Bahkan, kata Warsito, Kepala Desa berencana akan mengadakan gerakan membaca bersama. Namun dirinya belum menyanggupinya, karena buku-buku yang dimiliki saat ini dirasa masih kurang atau belum cukup dan dikhawatirkan anak-anak berebut.

“Kalau saya setuju saja mas, tapi ya itu kalau anak-anak satu Desa dikumpulkan terus mereka tidak kebagian bukunya kan kasihan dan nantinya kecewa lagi kalau tidak dapat bagian bukunya,”ungkapnya.

Dikatakannya, kegiatan Dony keliling kampung membawa buku dengan sepeda BMX-nya, baru sekitar satu bulan dilakoninya. Meski semangat dan kemauan anaknya menumbuhkan minat baca terhadap anak-anak di kampungnya begitu tinggi, namun dirinya mengambil waktu Dony keliling kampung pada hari Sabtu dan Minggu saat dia libur mengaji dan sekolah. Dony keliling kampung sekitar pukul 15.00 WIB hingga 18.00 WIB.

Tidak hanya membawa buku keliling kampung, Dony juga menjadikan rumahnya tempat membaca bagi anak-anak. Setiap hari ada 5 sampai 10 anak yang datang ke rumahnya membaca dan ada juga yang meminjam buku.

Terkadang  ada anak-anak yang datang ingin mengajak Dony bermain bola. Sebelum mereka bermain bola, ia mengarahkan harus membaca buku dulu 10 sampai 15 menit setelah itu baru boleh bermain bola.

“Anak saya Dony inikan masih anak-anak, pastinya dia juga butuh bermain, istirahat dan mengerjakan tugas disekolahnya. Saya membatasi keliling kampung itu, hanya hari Sabtu dan Minggu supaya tidak kelelahan. Alhamdulilah sampai saat ini, tidak terggangu belajarnya di sekolah,” ujar pria yang bekerja sebagai buruh serabutan ini.

Warsito menuturkan, awalnya baru mempunyai 29 buku, seperti buku cerita, pelajaran dan pengetahuan untuk anak-anak. Buku-buku tersebut didapat Warsito dari pemberian teman-temannya. Sekarang sudah ada 140 buku, lalu belum lama ini dapat bantuan buku dari Sugeng Haryono sebanyak 48 buku dan dari Perpusda Lampung Timur 80 buku. Baru-baru ini juga diberi bantuan dari Nury Sibly, namun belum tahu berapa jumlahnya.

“Apalagi belum lama ini dapat bantuan buku-buku bacaan baru, sehingga termotivasi dan lebih semangat lagi dia keliling kampung bawa buku pakai sepeda BMX-nya. Kalau cita-citanya, dia ingin sekali punya rumah baca sendiri di rumah,”terangnya.

Loading...