BNN dan Polres Lamsel Gagalkan Penyelundupan 5 Kg Sabu

  • Bagikan
Barang bukti narkoba jenis sabu seberat 5 Kg yang disita petugas BNN pusat dan Satres Narkoba Polres Lampung Selatan (Foto Dok. Humas Polres Lamsel)

Zainal Asikin | Teraslampung.com

LAMPUNG SELATAN — Petugas Badan Narkotika Nasional (BNN) bersama Satuan Reserse Narkoba Polres Lampung Selatan, menggagalkan upaya penyelundupan 5 kilogram sabu-sabu yang hendak dibawa ke Pulau Jawa di jalur pintu masuk Pelabuhan Bakauheni, Sabtu (17/2/2018) sekitar pukul 10.45 WIB.

Pengungkapan pengiriman paket besar sabu tersebut, merupakan target dari BNN pusat.

Berdasarkan informasi yang didapat teraslampung.com, petugas BNN pusat bersama Satres Narkoba Lampung Selatan selain menyita paket besar sabu seberat 5 kiligram, juga mengamankan dua orang tersangka kurir dan satu unit kendaraan pribadi Toyota Calya warna hitam nomor polisi S 1282 QI.

Kedua kurir sabu yang diamankan itu adalah, bernama M Yusuf (38), warga Dusun Ngenu, Desa Kelinterejo, Kecamatan Soko, Mojokerto, Jawa Timur dan Heri Siswanto (41), warga Dusun Kedaung Maling 2, Desa Kedong Maling, Kecamatan Soko, Mojokerto, Jawa Timur. Keduanya,ditangkap tepat sebelum masuk di area pengamanan Seaport Interdiction Pelabuhan Bakauheni.

Informasi pengungkapan pengiriman paket besar sabu tersebut, dibenarkan oleh Kapolres Lampung Selatan, AKBP M. Syarhan saat dikonfirmasi teraslampung. Penangkapan itu, kata Syarhan, merupakan hasil pengembangan oleh BNN di Medan, Sumatera Utara dan target dari BNN pusat.

“Sebelum diamankan, dilakukan pemeriksaan bersama petugas BNN dengan personel kita di jalur pintu masuk Seaport Interdiction Pelabuhan bakauheni,”ujarnya, Sabtu (17/2/2018).

Menurut mantan Kapolres Pesawaran ini, saat ini untuk kedua tersangka dan barang bukti yang disita sudah dibawa oleh personel BNN pusat ke Jakarta untuk dilakukan pengembangan lebih lanjut.

Sementara Kasat Reserse Narkoba Polres Lampung Selatan, Iptu M Ari Satriawan mengatakan, kedua tersangka yang membawa 5 kilogram sabu itu, sebelumnya telah diikuti oleh petugas BNN mulai dari Medan, Sumatera Utara. Saat berada di bawah flyover JTTS Bakauheni, petugas langsung meringkus keduanya tanpa perlawanan.

“Tersangka kurir sabu Yusuf dan Heri, akan menyeberang membawa lima paket besar sabu itu melalui pelabuhan Bakauheni dengan mengendarai satu unit mobil pribadi,”ungkapnya.

Dari penangkapan itu, kata Ari, petugas menemukan sabu-sabu yang dikemas dalam lima bungkus besar teh cina warna hijau. Barang haram itu, disembunyikan dibagasi belakang mobil Toyota Calya warna hitam nomor polisi S 1282 QI yang sudah dimodifikasi.

“Pengakuan kedua tersangka, sabu seberat lima kilogram yang disita, milik salah seorang bernama Topan (DPO) menunggu paket sabu yang dibawa kedua tersangka di Surabaya,”terangnya.

  • Bagikan