Beranda Hukum Narkoba BNNP Lampung Musnahkan 16,6 Kg Sabu dan 1.140 Butir Pil Ekstasi

BNNP Lampung Musnahkan 16,6 Kg Sabu dan 1.140 Butir Pil Ekstasi

3190
BERBAGI
Pemusnahan barang bukti sabu-sabu dan pil ekstasi di BNPP Lampung, Kamis, 3 Oktober 2019.
Pemusnahan barang bukti sabu-sabu dan pil ekstasi di BNPP Lampung, Kamis, 3 Oktober 2019.

TERASLAMPUNG.COM Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Lampung memusnahkan 16, 6 kg (16.627,37 gram) sabu-sabu dan 1.140 butir ekstasi barang bukti tiga kasus pidana narkotika, di halaman belakang Kantor BNNP Lampung di Bandarlampung, Kamis, 3 Oktober 2019.

Barang bukti yang dimusnahkan ini sebelumnya telah disisihkan untuk keperluan Laboratorium, ilmu pengetahuan dan teknologi, pendidikan dan pelatihan serta pembuktian perkara di pengadilan sebanyak 73,91 gram sabu dan 6 butir ekstasi.

Menurut Kepala BNNP Lampung Brigjen Ery Nursatari, barang bukti yang dimusnahkan itu merupakan barang bukti dari tiga kasus. Pertama, kasus tindan pidana narkotika dengan tersangka kurir narkoba berinisial HI, SA,  dan ZQ yang berhasil diamankan di Bundaran Patung Radin Inten, Hajimena, perbatasan Natar – Kota Bandarlampung.

“Modusnya: menggunakan kurir dan bandar narkoba  berinisial JS. JS ditangkap di perumahan Cigadung, Kecamatan Tanjungkarang, Kabupaten Pandeglang, Banten dengan barang bukti narkotika jenis methampetamine (sabu) dengan berat brutto 7.259.93 gram,” katanya.

Kasus kedua kurir narkoba berinisial MU dan MA yang berhasil ditangkap di Hotel Malaya Jl. ZA. Pagar Alam No.9 Rajabasa,  Bandarlampung. Sementara tersangka lain berinisial SE diamankan dari dalam lapas Narkotika Way Hui, dengan barang bukti narkotika jenis methampetamine (sabu) dengan berat brutto 3216,97 gram, dan ekstasi sebanyak 1146 butir.

Kasus ketiga merupakan hasil dari pengembangan kasus pertama terhadap tersangka berinisal SA dan ZQ dengan barang bukti narkotika jenis methampetamine (sabu) dengan berat brutto 6.224,38 gram.

Menurut Brigjen Ery Nursatari, para tersangka dikenakan pasal 114 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1) dan pasta 112 ayat (2) jo Pasal 132 ayat (1) UU No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika

“Khusus tersangka (JS) dijerat juga dengan pasal 3, 4, 5 UU No. 8 Th 2010 tentang pencegahan dan pemberantasan TPPU dan pasal 137 UU No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika dalam rangka untuk efek jera dan memiskinkan tersangka dengan cara merampas  aset yang dimiliki baik benda/aset bergerak maupun tidak bergerak sehingga
tidak bisa melakukan bisnis haram ini,” tandasnya.

Mas Alina Arifin

Loading...