Beranda Teras Berita BNNP Lampung Tes Urine 34 Masinis Kereta Api

BNNP Lampung Tes Urine 34 Masinis Kereta Api

264
BERBAGI

Zainal Asikin/teraslampung.com

Stasisun KA Tanjungkarang (ilustrasi)

BANDARLAMPUNG-Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Lampung, lakukan tes urine puluhan Masinis Kereta Api (KA) Tanjungkarang, Bandarlampung, Minggu (12/7) sekitar pukul 20.00 WIB. Tes urine tersebut dilakukan, untuk memastikan para Masinis Kereta Api agar bebas dari penggunaan narkotika demi keselamatan penumpang selama arus mudik dan balik lebaran.

Dalam tes urine tersebut, satu persatu petugas Stasiun Kereta Api yang semuanya merupakan Masinis diperiksa urinenya untuk mengetahui ada atau tidaknya petugas yang mengkonsumsi narkoba. Sedikitnya ada sekitar 34 petugas yang dilakukan tes urine di ruang Upt Kru Ka. Satasiun. Dari hasil test urine tersebut, sebanyak 34 petugas Kereta Api dinyatakan negatif.

Koordinator test urine Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Lampung, Ellen Myra mengungkapkan,  tes urine yang dilakukan oleh pihaknya kepada para petugas Stasiun Kereta Api diberikan secara gratis. Hal tersebut dilakukan, untuk mengetahui apakah para Masinis tersebut dalam pengaruh narkoba atau tidak. Jika dari hasil tes urine mereka positif menggunakan narkoba, maka akan dilakukan rehabilitasi.

“Untuk memberi rasa aman dan keselamatan para penumpang mudik lebaran, tes urine ini sangat perlu untuk dilakukan. Hal ini guna meminimalisir terjadinya kecelakaan lalulintas, akibat dari Masinis yang terpengaruh narkoba,”kata Ellen, Minggu (12/7) malam.

Selain Masinis yang dilakukan tes urine, sambung Ellen, pihaknya juga melakukan tes urine sebanyak 24 supir dan kondektur Damri di Full Stasiun Kereta Api. Dari hasil tes urine, mereka tidak terbukti menggunakan narkoba dan obat-obatan terlarang lainnya.

Dikatakannya, tes urine ini tidak hanya dilakukan para petugas Stasiun Kereta Api saja, dua sebelumnya BNNP Lampung juga melakukan tes urine kepada para pengemudi anggutan lebaran Bus AKAP dan AKDP di Terminal Induk Rajabasa.

“Dari 180 lebih sopir dan kondektur Bus yang mengikuti ters urine di Terminal Induk Rajabasa, didapati satu orang kondektur angkutan Bus teridentifikasi mengunakan narkotika jenis daun ganja. Selanjutnya, kondektur itu kita rekomendasikan ke PO bus tersebut,”jelasnya.

Dia menambahkan, tes urine ini dilakukan untuk memastikan supaya sopir angkutan Lebaran dan para Masinis tidak dalam pengaruh obat-obatan terlarang. Sehingga diharapkan arus mudik bisa berjalan aman dan lancar.

“Nanti, Kami akan kembali lakukan tes urine terhadap sopir bus usai lebaran atau jelang arus balik di Terminal  Induk Rajabasa,” tandasnya

Loading...