Beranda Hukum Narkoba BNPP Lampung Tembak Mati Pengedar Sabu-sabu, Enam Lainnya Diringkus

BNPP Lampung Tembak Mati Pengedar Sabu-sabu, Enam Lainnya Diringkus

284
BERBAGI
Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Lampung, Brigjen Pol Tagam Sinaga (tengah) didampingi Plt Kabid Pemberantasan, Richard PL. Tobing (kiri) saat konferensi pers tentang penyelundupan sabu seberat 3,2 Kg yang disita dari tujuh pelaku pengedar di Kantor BNNP Lampung, Telukbetung, Senin 15 Oktober 2018.

Zainal Asikin | Teraslampung.com

BANDARLAMPUNG — Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Lampung menembak mati satu orang tersangka pengedar sabu-sabu dan meringkus enam pengedar sabu-sabu lintas Provinsi dari tiga jaringan berbeda dalam waktu dua pekan terakhir.

Menurut Kepala BNNP Lampung, Brigjen Pol Tagam Sinaga, pengedar sabu-sabu berinisial RH ditembak karena melawan petugas saat akan ditangkap.

“Dari hasil pengungkapan yang dilakukan selama dua pekan terakhir ini, ada 7 pelaku yang berhasil ditangkap, dua diantaranya adalah wanita. Dari 7 pelaku itu, satu pelaku berinisial RH terpaksa ditembak mati karena berusaha melawan petugas saat ditangkap,” kata Brigjen Tagam Sinaga, didampingi Plt Kabid Pemberantasan, Richard PL. Tobing, saat konferensi pers di Kantor BNNP Lampung, Telukbetung, Senin 15 Oktober 2018.

Para pelaku yang ditangkap adalah, Fikriansyah alias F, Hairul alias HS, Adinda alias ADU, Hendri alias HS dan RH, kelima pelaku merupakan warga Bandarlampung. Lalu Adina alias AR, warga Bogor dan Dwi Adeliyanto alias DA alias Cilok, warga Joglo Jakarta Barat.

Brigjen Pol Tagam Sinaga mengatakan, selama dua pekan terakhir pihaknya telah menggagalkan penyelundupan narkotika jenis sabu-sabu sebanyak tiga kali dengan jumlah barang bukti sabu-sabu seberat 3,2 Kg yang disita dari 7 pelaku pengedar narkoba lintas Provinsi.

 

Menurutnya, para pelaku yang ditangkap, merupakan pengedar narkoba lintas provinsi dan mereka (pelaku) bukanlah satu jaringan melainkan dari tiga jaringan berbeda.

Brigjen Pol Tagam Sinaga mengutarakan, pengungkapan tiga kasus tersebut, awalnya 29 September 2018 lalu sekitar pukul 04.30 WIB, dengan menangkap empat pelaku yakni inisial F, HS, ADU dan AR.

Dari tangan para pelaku tersebut, disita barang bukti sabu-sabu seberat 500 gram. Barang bukti itu, dibawa dua orang wanita, yakni Adinda alias ADU, warga Bandarlampung dan Adina alias AR, warga Bogor. Keduanya, menumpang bus Damri dari Bogor, Jawa Barat menuju ke Lampung.

“Jadi saat Bus Damri itu tiba di Lampung, petugas langsung membuntutinya. Lalu pelaku Adinda alias ADU dan Adina alias AR turun dari Bus depan Hotel Aston, Bandarlampung. Keduanya dijemput dua orang pria, yakni Fikriansyah alias F dan Hairul alias HS. Saat itu juga, petugas langsung melakukan penangkapan terhadap mereka dan disita barang bukti sabu seberat 500 gram,”ungkapnya.

Kemudian pengungkapan kasus penyelundupan narkoba berikutnya, kata kata Jenderal bintang satu ini, yakni pada 8 Oktober 2018 lalu sekitar pukul 14.00 WIB. Dari pengungkapan itu, petugas berhasil menangkap satu orang pelaku bernama Hendri alias HS, warga Bandarlampung saat akan melakukan transaksi narkoba. Dari penangkapan pelaku, disita barang bukti sabu-sabu seberat 700 gram.

“Untuk pelaku Hendri alias HS, ditangkap di depan SMK Perintis, Palapa, Bandarlampung. Di tempat itu, pelaku yang mengendarai motor Vespa sedang menunggu seseorang. Pada saat itu juga, petugas menangkap pelaku dan hasil penggeledahan ditemukan 700 gram sabu,”bebernya.

Pada pengungkapan kasus ketiga, lanjut Brigjen Pol Tagam Sinaga, dilakukan pada 11 Oktober 2018 lalu sekitar pukul 02.30 WIB. Awalnya petugas mendapat informasi dari masyarakat, bahwa adanya penyelundupan sabu dari Jakarta Barat yang akan dikirimkan ke Lampung dengan menggunakan Bus Laju Prima jurusan Kalideres-Palembang. Dari infromasi itu, kemudian dilakukan penyelidikan.

”Saat bus itu tiba di Lampung, petugas membuntutinya dan bus itu berhenti di Flyover Way Halim, Bandarlampung. Petugas melihat satu orang pelaku diketahui bernama Dwi Adeliyanto (DA) alias Cilok, warga Joglo, Jakarta Barat turun dari bus. Kemudian pelaku RH, warga Bandarlampung datang menjemput menggunakan sepeda motor,”terangnya.

Selanjutnya, petugas melakukan upaya penangkapan terhadap keduanya. Namun kedua pelaku itu, berupaya kabur menggunakan sepeda motor. Bahkan pelaku RH, melakukan perlawanan dengan menambrakkan sepeda motor yang dikendarainya ke arah petugas hingga mengakibatkan petugas yang menghadangnya terluka.

“Karena ada upaya perlawanan dan sudah membahayakan petugas, RH dan Dwi alias Cilok terpaksa dilakukan tindakan tegas dan terukur. Pelaku RH, tewas saat dalam perjalanan menuju ke Rumah Sakit dan Dwi alias Cilok mengalami luka tembak di kaki. Dari kedua pelaku, disita barang bukti 2 Kg sabu-sabu,”tegasnya.

“Akibat perbuatannya, para pelaku tersebut dijerat Pasal 115 ayat (2), 114 ayat (2) dan 122 ayat (2) UU No. 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika, dengan ancaman hukuman maksimal pidana mati.

Loading...