Beranda News Pusiban BNPT: Dialog Sarana Efektif Cegah Radikalisme danTerorisme di Perguruan Tinggi

BNPT: Dialog Sarana Efektif Cegah Radikalisme danTerorisme di Perguruan Tinggi

82
BERBAGI
Sekretaris Utama Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Marsda TNI DR A. Adang Supriyadi

TERASLAMPUNG.COM — Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menilai dialog dengan kalangan civitas akademica merupakan sarana yang efektif dalam pencegahan paham radikalisme dan terorisme di perguruan tinggi di Indonesia.

“Tidak mungkin dan bukan zamannya lagi melarang ceramah di masjid (kampus),” kata Sekretaris Utama Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Marsda TNI Dr. A. Adang Supriyadi, usai memberikan kuliah umum di Auditorium Fakultas Hukum Universitas Lampung (Unila), Jumat, 15 Maret 2019.

Dosen Universitas Pertahanan (Unhan) menilai saat ini kampus merupakan sarana strategis untuk pencegahan paham radikalisme dan terorisme. Salah satu upaya strategis pencegahannya adalah melalui dilalog, seperti diskusi atau yang sering disebut FGD (Focus Group Discussion).

Kuliah umum bertema Ancaman dan Tantangan Radikalisme dan Terorisme ini dibuka oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Prof. Dr. Karomani., M.Si, dan diikuti lebih 200 mahasiswa.

Adang menjelaskan, berdasarkan penelitian, keluarga dapat menjadi pintu masuknya paham radikalisme dan terorisme bagi anaknya. Ia menyontohkan, seorang anak mendapatkan paham radikalisme dan akhirnya menjadi teroris karena
doktrin ayahnya.

Sehari sebelumnya, Adang di depan ratusan pelajar se-Lampung pada kegiatan Lomba Video Pendek dan Diskusi Film fo Hotel Horizon Bandar Lampung (14/3) mengajak para pelajar untuk tidak saling mengejek dan mencaci maki sesama, apalagi terhadap guru. Saling mengejek dapat menjadi awal radikalisme.

Pada Lomba Video Pendek dan Diskusi Film yang digelar BNPT dan Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Lampung itu, SMK Pelita Pesawaran dengan video berjudul “Warna” juara pertama. Sementara karya berjudul “Merdeka” dari SMKN 7 Bandar Lampung dan “Mengapa” garapan SMAN 12 Bandar Lampung masing-masing juara dua dan tiga.

“Tiga sekolah tersebut mewakili Lampung dalam Lomba Video Pendek ke tingkat nasional,” kata Ketua Bidang Pemuda dan Pendikan FKPT Lampung Isbedy Stiawan ZS yang juga sastrawan manca negara asal Lampung ini.

Loading...