Beranda Hukum Kriminal Bobol Brankas Kasir, Pegawai Toko AC Gondol Uang Rp 6,5 Juta

Bobol Brankas Kasir, Pegawai Toko AC Gondol Uang Rp 6,5 Juta

159
BERBAGI
Zainal Asikin/Teraslampung.com
Tersangka Sandi  saat diperiksa di Polresta Bandarlampung, Jumat (10/7/2015).
BANDARLAMPUNG-  Sandi (23), pegawai Toko AC “Timi”, Jl. A. Yani Bandarlampung ditangkap Tim Anti-Bandit Satuan Reserse Kriminal Polresta Bandarlampung di SPBU Jalan Ahmad Yani, Tanjungkarang Pusat, Kamis (9/7) sekitar pukul 20.00 WIB. Warga Kelurahan Gotongroyong Tanjungkarang Pusat itu ditangkap karena mencuri uang di tempat kerjanya sebesar Rp 6.5 juta.
Kasat Reskrim Polresta Bandarlampung, Kompol Dery Agung Wijaya mengatakan, Sandi membobol brankas kasir dan mengambil uang sebesar Rp 6,5 juta serta satu unit telephon genggam yang berada di meja kasir pada Rabu (8/7/2015) lalu. 
“Saat dilakukan penyelidikan, didapati pelaku pencurian di Toko AC itu dilakukan oleh salah seorang karyawan toko. Petugas berhasil menangkap tersangka Sandi, saat sedang mengisi bensin di SPBU Jalan Ahmad Yani, Tanjungkarang Pusat,” kata Dery kepada wartawan, Jumat (10/7).
Dery mengatakan. tersangka Sandi membobol toko tempatnya bekerja dengan cara masuk toko melalui atap dengan menjebol asbes dan plafon kamar mandi toko. 
“Tersangka Sandi ini naik ke atas bangunan melalui bagian belakang toko, lalu tersangka menjebol atap asbes kamar mandi menggunakan alat palu,”tuturnya.
Berdasarkan hasil pemeriksaan,  tersangka mengaku baru sekali melakukan pencurian. Tersangka mencuriuang serta telephon genggam,karena didasari sakit hati terhadap bos pemilik toko dan bendahara kantor sebab tidak diberi pinjaman uang.
Sebagian uang dari hasil curian sudah habis digunakan tersangka untuk keperluan sehari-hari dan untuk bermain judi online jenis poker. 
“Sandi butuh uang untuk bermain judi online, karena tidak diberi pinjam uang dengan bos pemilik toko dan bendahara kantor, tersangka akhirnya mencuri di toko AC tempatnya bekerja,”jelasnya.
Barang bukti yang diamankan dari tangan tersangka antara lain uang sisa hasil curian sebesar Rp 3 juta dan satu buah telepon genggam.
Sementara itu, tersangka Sandi menuturkn bahwa  dirinya bekerja di toko AC “Timi” hanya sebagai kernet (pembantu) perbaikan AC. Sebelum mencuri,  tersangka meminjam uang dengan bos pemilik toko dan bendahara kantornya namun tidak diberi.
“Saya pinjam uang sama bos dan bendahara tapi tidak dikasih, saat itu saya kekurangan uang untuk bermain judi online jenis poker. Bukannya saya diberi pinjaman uang, malah bendahara kantor berkata yang bukan-bukan dan membuat saya sakit hati. Karena sakit hati dengan ucapan itu, saya putuskan untuk mencuri uang yang disimpan di brankas kasir,”ungkapnya.
Menurut Sandi, dirinya mencuri di toko AC itu karena sudah mengetahui kondisi dan seluk beluk bangunan kantor dan mengetahui tempat kasir menyimpan uang. Ia mengambil uang sebesar Rp 6,5 juta dan satu buah telepon genggam. Namun sebagian uangnya, sudah habis diguanakan untuk bermain judi online dan keperluan sehari-hari.
Akibat perbuatannya, tersangka Sandi dijerat dengan Pasal 363 KUHPidana tentang pencurian dan pemberatan dengan ancaman hukuman maksimal tujuh tahun penjara.
Loading...