Bobol Mesin ATM Bank Muamalat, Enam Pencuri Bawa Kabur Uang Rp 110 Juta

  • Bagikan
Zainal
Asikin/teraslampung.com
Pembobolan mesin ATM (ilustrasi)
BANDAR
LAMPUNG-
Mesin anjungan tunai mandiri (ATM) milik Bank Muamalat (depan Swalayan Fitrinov)  di Jalan ZA Pagar Alam, Kedaton, Bandarlampung dibobol
pencuri bercadar berjumlah enam orang pada Selasa dinihari (14/10) sekitar
pukul 03.00 WIB.
Pelaku yang diperkirakan berjumlah enam orang, dengan mengenakan cadar dan
mengendarai mobil berhasil mengambil brankas yang berisi uang sekitar Rp 110
juta dari dalam mesin ATM milik Bank Muamalat. Para pelaku mengambil brankas
tersebut dengan cara merusak menggunakan linggis, aksi kawanan pencuri ini
diketahui dari hasil rekaman kamera CCTV yang terpasang didalam ruagan mesin
ATM.
Dari
pantaun Teraslampung.com di lokasi kejadian,
tampak terlihat sudah terpasang garis polisi dan petugas dari Polsekta
Kedaton dan tim Inafis dari Mapolresta Bandarlampung tengah melakukan olah
tempat kejadian perkara (identifikasi). Petugas meminta keterangan dari pihak
Bank dan memeriksa rekaman kamera CCTV.
Salah
satu saksi yang merupakan juru parkir yang berada di areal pertokoan lokasi
Bank Muamalat, Antoni mengatakan, terjadinya pencurian tersebut diperkirakan
sekitar pukul 03.00 WIB dini hari. Dirinya mengetahui bahwa mesin ATM milik
Bank Muamalat telah dibobol dengan cara dirusak sekitar pukul 05.30 WIB.
“Saya
tau mesin ATM itu dibobol oleh pencuri, pada saat saya datang pagi. Ya seperti
biasanya sebelum mengatur kendaraan yang mau parkir, saya memebersihkan halaman
toko. Saat itulah saya melihat kok mesin ATM sudah dirusak orang, lalu saya
melaporkan kejadian itu ke petugas kepolisian,” kata Anton, Selasa (14/10).
Anton
menuturkan, setelah dirinya melaporkan kejadian tersebut, petugas kepolisian
datang kelokasi kejadian dan langsung melakukan olah TKP dan memeriksa mesin
ATM yang dibobol oleh pencuri. Selain itu juga petugas memeriksa kamera CCTV
yang ada didalam ruangan mesin ATM, untuk mengetahui para pelaku pencurian. 
Menurutnya, di lokasi itu memang tidak ada penjaga malam (Satpam) sehingga para
pelaku pencurian sangat mudah untuk melakukan aksinya.
“Di kawasan
sini memang tidak ada penjaga atau satpamnya mas, ya pastinya rombongan maling
itu jelas leluasa merusak dan mencuri brankas yang berisi uang di mesin ATM
itu,” tutur Anton.
“Aksi
para palaku pencurian ini, dapat diketahui setelah kami melihat dari hasil
rekaman kamera CCTV yang terpasang didalam ruangan mesin ATM. Dari hasil
rekaman itu, pelaku berjumlah enam orang datang menggunakan kendaraan mobil,
mereka juga mengenakan penutup wajah, jaket warna hitam, sarung tangan serta
membawa peralatan seperti linggis dan gerinda untuk merusak dan membongkar
brankas mesin ATM,” kata petugas kepolisian yang enggan disebutkan namanya.
Kini kasus tersebut masih ditangani Polresta Bandarlampung untuk dilakukan
penyelidikan dan pemeriksaan lebih lanjut untuk dapat mengungkap pelaku
pencurian tersebut.

  • Bagikan