Beranda Teras Berita “Body Language”, Panduan Bahasa Tubuh untuk Guru

“Body Language”, Panduan Bahasa Tubuh untuk Guru

1657
BERBAGI
Oleh Aan Frimadona Rosa*
Sebuah peribahasa mengatakan:”Guru kencing berdiri, murid kencing berlari”. Peribahasa
tersebut mengandung makna yang mengungkapkan jadilah  tokoh anutan di masyarakat
atau pejabat negeri hendaknya jangan sampai memberi contoh yang buruk.
Dari pribahasa itu juga kalau kita tarik dalam ranah
dunia kependidikan tak salah kita memberikan arti adalah hendaknya murid
biasanya bulat-bulat mencontoh gurunya, maka guru sebaiknya jangan memberikan
contoh yang buruk.
Buku Pintar Bahasa Tubuh untu Guru karya Fahmi
Amrullah,  mengulas berbagai hal seputar
bahasa tubuh yang harus dipahami oleh para guru, antara lain macam-macam bahasa
tubuh dan cara memahaminya, perilaku menyimpang di kelas, cara menarik
perhatian siswa, dan lain sebagainya.
Buku komplit ini merupakan bacaan wajib para guru
untuk lebih memahami siswa-siswinya. Ada banyak bahasa tubuh kita tatkala
berada dalam ruang kelas saat memberikan materi, entah itu dalam posisi
membungkuk atau berdiri lebih tinggi daripada orang lain menunjukkan adanya
dominasi dan berpotensi mengancam orang lain, itulah salah satu bahasa tubuh.
Lantas, apa saja bahasa tubuh yang harus dipahami oleh para guru? Apa manfaat
bahasa tubuh? Dan, bagaimana cara memahaminya?

Seorang guru dalam proses belajar mengajar tentunya
bukan hanya sekadar memberikan materi pelajaran saja tetapi lebih dari itu
bagaimana memberikan pemahaman yang lebih mudah dan dimengerti oleh murid. Guru
sering  memberikan penjelasan bahan
pelajaran dengan disertai gerak tubuh atau body language. Materi yang
disampaikan dengan disertai body language bertujuan untuk mendapat
perhatian murid sehingga murid akan tertarik dan selanjutnya dapat menyerap
materi dengan cepat. Buku Pintar
Bahasa Tubuh untuk Guru
, Memberikan pengetahuan sekaligus panduan kepada
guru dalam bersosialisasi dengan murid melalui gaya non-verbal.
Proses interaksi antara guru dengan murid di dalam
kelas tidak berbeda jauh dengan pola interaksi sosial dalam arti luas. Di dalam
kelas, kemampuan guru dalam berkomunikasi secara verbal bukanlah satu-satunya
cara untuk membangun suasana belajar-mengajar yang efektif. Saat bercakap
dengan murid, kita bisa mendeteksi perasaan dan pikirannya melalui bahasa
tubuh.
Ketika murid sulit memahami pelajaran misalnya, murid
akan menggaruk-garuk kepala. Melatih kemampuan berbahasa baik verbal maupun
non-verbal pada dasarnya merupakan salah satu upaya mengembangkan kemampuan
berkomunikasi, yaitu kemampuan menyampaikan dan menerima pesan dalam arti luas.
 Dengan kata
lain, semakin baik seseorang berkomunikasi, pendengar akan semakin memahami apa
yang disampaikan. Dalam hal ini, gerak tubuh dapat membantu menarik perhatian
sekaligus memberikan pemahaman atas sebuah pesan. Ini karena manusia dewasa
maupun anak-anak seringkali membutuhkan visualisasi dalam memahami suatu
masalah.
Buku setebal 192 ini penting untuk dibaca semua
kalangan, tidak hanya para guru sebab buku ini memandu kita agar lebih baik dan
menarik dalam berkomunikasi. Sebagai penutup, lebih dari itu semua, tatkala cara
kita mengajar dengan hati yang ikhlas adalah lebih baik dari penampilan guru
itu sendiri. Artinya, para guru dan para murid sama-sama ikhlas. Buku ini pun menjadi pengoplos bahan bakar untuk menjadikan guru lebih baik lagi. 
Semoga
Gusti Allah SWT selalu memberkahi langkah para guru di Indonesia.
* Aan Frimadona Roza, mengajar di SMPN 4 Baradatu,
Mahasiswa Pascasarjana 2013 Univertitas Negeri Malang
Identitas Buku
Pintar Bahasa Tubuh untuk Guru
Judul
Buku Pintar
Bahasa Tubuh untuk Guru  
No. ISBN
9786027640603 
Penulis
Fahmi Amrullah 
Penerbit
DIVA Press
Tanggal terbit
Desember –
2012 
Jumlah Halaman
192
Kategori
Psikologi
Jenis Cover
Soft
Cover 

Loading...