BOS Afirmasi 2019, Separo Perangkat Tablet SDN 2 Kotanegara belum Kembali

Tiga unit tablet hasil pembelian dari BOS Afirmasi. Ketiga unit itu dalam keadaan rusak dan tak memiliki charger
Tiga unit tablet hasil pembelian dari BOS Afirmasi di SDN Kotanegara, Sungkai Utara, Lampung Utara (ilustrasi). .Ketiga unit itu dalam keadaan rusak dan tak memiliki charger
Bagikan/Suka/Tweet:

Feaby|Teraslampung.com

Kotabumi–Dugaan penggelapan sejumlah perangkat tablet di SDN 2 Kotanegara, Sungkai Utara, Lampung Utara kian terasa. Sebab, mantan Kepala SDN 2 Kotanegara (Lisma Nuryati) tak mampu menyerahkan seluruh aset yang dibeli menggunakan dana BOS Afirmasi 2019 silam.

“Tadi kami baru saja dari sana. Hasilnya, dari seluruh aset yang dibeli dari BOS Afirmasi, belum semuanya diserahkan oleh mantan Kepala SDN 2 Kotanegara,” kata Kepala Seksi Peserta Didik dan Pembangunan Karakter ‎Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lampung Utara, Merlyn Sofia, Senin (28/3/2022) sekitar pukul 17.15 WIB.

‎Aset – aset sekolah yang baru diserahkan itu ialah satu unit komputer, satu unit laptop, satu unit proyektor, dan 16 perangkat tablet dari 33 unit yang dibeli. Ke-17 perangkat tablet lainnya masih belum dapat dihadirkan oleh yang bersangkutan.

“Jadi, masih ada 17 perangkat tablet yang belum diserahkan ke sekolah,” terangnya.

Terkait kekurangan jumlah aset tersebut, Merlyn mengaku telah memberikan ultimatum pada yang bersangkutan agar segera menyerahkannya dalam tempo sebulan. Yang bersangkutan juga telah menyetujui hal tersebut. ‘Kesepakatan’ ini dituangkan dalam surat pernyataan. Jika masih saja tak mampu memenuhi hal itu maka pihaknya akan melimpahkan persoalan ini pada pihak Inspektorat.

“‎Untuk detil berapa harga tiap perangkat tablet yang dibeli, saya tidak begitu mengingatnya karena datanya ada di kantor,” kata dia saat ditanya mengenai berapa harga dari tiap perangkat tablet tersebut.

Pada pekan sebelumnya, Lisma Nuryati ketika dihubungi membantah jika barang – barang hasil pembelian dari BOS Afirmasi itu tidak jelas keberadaannya. ‎Bahkan, ia mengklaim seluruh barang atau aset sekolah yang bersumber dari dana itu telah diserahkannya ke SDN 2 Kotanegara. Penyerahan itu disaksikan oleh dua pejabat Disdikbud (Mas’ud dan Merlyn Sofia).

“Sudah semua pak. Sudah dikembalikan kemarin. Disaksikan oleh pak Kabid dan bu Merlin,” kata dia.

Ia mengatakan, BOS Afirmasi yang diterimanya dipergunakan untuk membeli puluhan unit tablet, satu unit komp‎uter, laptop, proyektor, dan pemasangan jaringan Wifi. Barang itu dibelinya dari toko penyedia barang.

‎”Kami membelinya melalui Sistem Informasi Pengadaan Sekolah (SIPLah). Ada tokonya gitu,” terangnya.