Beranda Hukum Kriminal Bos Barang Rongsok Tertipu Rp 135 Juta karena Penipu Mempertemukannya dengan Kepala...

Bos Barang Rongsok Tertipu Rp 135 Juta karena Penipu Mempertemukannya dengan Kepala Anggaran Pemprov Lampung

169
BERBAGI
Barang bukti yang disita dari dua tersangka sindikat penipuan berkedok pemberian dana bantuan pemerintah. Salah satu pelaku penipuan adalah mantan Plt Kades Candimas, Natar, Lampung Selatan.

Zainal Asikin | Teraslampung.com

BANDARLAMPUNG-Kapolsek Natar, Kompol Listiyono Dwi Nugroho, mengatakan saat menjalankan aksinya, tersangka Wisnu dan Budiyono bekerja dengan rapi. Kedua tersangka meyakinkan korban dengan mempertemukannya dengan Kepala Bendahara dan Anggaran Pemprov Lampung. Ketika datang ke rumah korban H. Bunari di Desa Candimas, Natar, Lampung Selatan, pejabat itu mengendarai mobil pelat merah.

“Kedua tersangka, menawarkan dana bantuan kepada korban. Dana bantuan itu, untuk usaha non mikro dari Kementerian Keuangan (KemenKeu) sebesar Rp 700 juta. Untuk mendapatkan dana bantuan tersebut, kata Listiyono, kedua tersangka meminta kepada korban agar membayarkan pajak terlebih dulu sebesar Rp 135 juta,” kata Listiyono, Senin (8/8/2016).

Dana sebesar itu dibayar korban secara bertahap. Korban percaya kepada Wisnu dn Budiyono, karena tersangka Budiyono adalah mantan Pelaksana Tugas  Kepala Desa (Kades) Candimas.

“Budiyono juga pernah mencalonkan diri sebagai Kepala Desa,” kata Listiyono.

Agar korban lebih yakin, Wisnu dan Budiyono  mempertemukan korban dengan seseorang bernama Soni Manurung yang mengaku sebagai Kepala Bendahara dan Anggaran di Pemprov Lampung.

“Saat dipertemukan dengan Soni, korban melihat Soni datang ke rumahnya membawa mobil plat merah (mobil dinas),”ungkapnya.

Setelah korban memberikan uang sebesar Rp 135 juta, lalu korban mendapatkan selembar surat pencarian dana bantuan dari kedua tersangka. Surat pencarian dana tersebut, menggunakan kop Pemerintah Provinsi Lampung dan ditandatangani oleh Soni Manurung sebagai Kepala Bendahara dan Anggaran. Dalam surat tersebut, tertera juga nama seorang pejabat Bank Lampung, Fikri Rahmad Abdullah selaku Kepala Seksi Bidang Bantuan APBN.

“Korban membawa surat pencairan dana itu ke Bank Lampung, ternyata dana bantuan yang dijanjikan tidak bisa dicairkan karena surat tersebut palsu (fiktif),”terangnya.

Merasa ditipu, korban melaporkannya ke Mapolsek Natar. Berdasarkan laporan korban, petugas melakukan penyelidikan dan menangkap tersangka Wisnu dan Budiyono di rumahnya masing-masing, pada Minggu (7/8/2016) dinihari.