Beranda Ekbis Bisnis Bos Pertamina di Urutan ke-16 dalam Daftar Perempuan Paling Berpengaruh di Dunia

Bos Pertamina di Urutan ke-16 dalam Daftar Perempuan Paling Berpengaruh di Dunia

147
BERBAGI
Direktur Utama PT Pertamina (persero) Nicke Widyawati Foto: Tempo.co
Direktur Utama PT Pertamina (persero) Nicke Widyawati Foto: Tempo.co

TERASLAMPUNG.COM — Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Nicke Widyawati, berada di peringkat ke-16 dalam daftar Perempuan Paling Berpengaruh di Dunia tahun 2020 atau Most Powerful Women International versi Fortune.

Daftar berisi 50 nama perempuan paling berpengaruh tersebut dikeluarkan Fortune pada hari Rabu, 21 Oktober 2020. Situs resmi Fortune menyebutkan Nicke sebagai CEO dan Direktur Utama Pertamina mengawasi perusahaan dengan pendapatan tahunan lebih dari US$ 54,6 miliar dan sekitar 32.000 karyawan di seluruh dunia.

Dalam penjelasannya, Fortune menyebutkan Nicke yang lahir di Tasikmalaya, Jawa Barat, pada 25 Desember 1967 itu berlatar belakang insinyur dan mulai memimpin perusahaan pelat merah tersebut sejak 2018. Ia menggantikan pendahulunya, Elia Massa Manik yang diberhentikan di tengah upaya restrukturisasi.

Fortune menyebutkan, Pemerintah Indonesia baru-baru ini menegaskan kembali kepercayaan kepada Nicke untuk melakukan transformasi Pertamina menjadi perusahaan induk dengan anak perusahaan terbuka selama 2 tahun ke depan.

Namun, pada perkembangannya, pandemi Covid-19 berimbas cukup besar terhadap Pertamina. Per pada April yang lalu, Pertamina menurunkan target produksi minyak karena permintaan yang lebih rendah dan memangkas biaya dan belanja modal.

Dalam daftar tersebut, posisi teratas ditempati oleh Emma Walmsley. Perempuan berkewarganegaraan Inggris ini menduduki posisi CEO GlaxoSmithKline, perusahaan farmasi yang berpusat di Brentford, Inggris.

Dia diikuti oleh Jessica Tan, perempuan yang saat ini menjabat sebagai Co-CEO dan Executive Director perusahaan China Ping An Group, di posisi kedua serta Ana Botin, Executive Chairman Banco Santander, bank yang berbasis di Madrid, Spanyol, di posisi ketiga.

Pertamina tak Masuk Daftar Fortune Global 500 

Sebelumnya, pada Agustus 2020 lalu Fortune bmerilis daftar 500 perusahaan dengan pendapatan terbesar di dunia atau Fortune Global 500 di tahun 2020. PT Pertamina tak masuk dalam daftar Fortune Global 500 pada tahun ini. Pe

Tahun lalu, Pertamina menjadi satu-satunya perusahaan Indonesia yang masuk ke daftar Fortune Global 500 pada 2019 di peringkat ke-175. Padalah Pertamina menargetkan perseroan dapat masuk ke dalam daftar Top 100 Fortune Global 500 pada 2026.

Rencana itu sempat disampaikan Direktur Perencanaan, Investasi dan Managemen Risiko Pertamina, Heru Setiawan. “Saat ini 175, tahun 2026 kita (menargetkan) jadi top 100,” ujar Heru adalam rapat kerja di DPR Senin 3 Februari 2020 lalu.

Fortune Global 500 adalah ajang tahunan yang dilakukan majalah Fortune sejak tahun 1955. Pemeringkatan dilakukan berdasar 12 indikator ke seluruh perusahaan sedunia, di antaranya besaran pendapatan, jumlah karyawan, hingga kapitalisasi pasar.

 

Bisnis | Tempo