BPK Sinyalir Ada Penyimpangan Proyek Pagar Sekolah SMA Negeri 4 Kotabumi Senilai Rp 450 Juta

  • Bagikan

Feaby/Teraslampung.com


Sejumlah bagian pagar SMAN 4 Kotabumi yang roboh ini disinyalir tidak sesuai Petunjuk Juknis dan Petunjuk Pelaksanaan tentang DAK. (Foto: Teraslampung.com/Feaby).

Kotabumi — Proyek pembangunan pagar berikut penyiapan lahannya (land clearing) SMAN 4 Kotabumi, Lampung Utara (Lampura) senilai Rp.450 juta pada tahun 2013 silam disinyalir menyimpang dari aturan.

div class="__mango" data-placement="5690">

Dugaan adanya penyimpangan ini berdasarkan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) tahun 2013 dengan nomor 21C/LHP/ /XVIII.BLP/0 05/2014, tertanggal 12 Mei 2014.

Dalam LHP disebutkan, sumber dana dari proyek tersebut berasal dari Dana Alokasi Khusus tambahan bidang pendidikan. Oleh karenanya, penggunaan DAK tambahan itu harus dilakukan secara swakelola oleh panitia pembangunan sekolah dengan melibatkan masyarakat di lingkungan sekolah.

Kenyataannya, proyek tersebut ternyata dilelang oleh Dinas Pekerjaan Umum. Alhasil, proyek itu dikerjakan oleh pihak rekanan. Kebijakan Dinas Pekerjaan Umum itu tidak sesuai dengan Petunjuk Tekhnis (Juknis) dan Petunjuk Pelaksanaan (Juklak) tentang DAK seperti Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 12 Tahun 2013  tentang Petunjuk Teknis Penggunaan DAK Bidang Pendidikan Dasar tahun 2013, dan Peraturan Direktur Jenderal Pendidikan Menengah Nomor 1598/D/PP/2013 tentang Petunjuk Pelaksanaan DAK Bidang Pendidikan Menengah tahun 2013.

Bahkan, berdasarkan Pantauan dilapangan, sejumlah bagian pagar yang baru selesai dibangun pada tahun 2013 itu kini telah rata dengan tanah. Bangunan pagar yang berada di tepi sungai itu juga telah ditumbuhi oleh rerumputan liar alias tidak terawat.

Wakil Kepala Sekolah SMAN 4 Kotabumi, Sukrisman membenarkan bahwa proyek pembangunan pagar dan land clearing itu dikerjakan oleh pihak rekanan. Ia juga tak menyangkal adanya beberapa bagian pagar yang dibangun itu kini telah rata dengan tanah.

“Benar, ada bagian tembok (pagar) yang sudah roboh. Mungkin akibat terjangan
banjir bandang pada tahun 2013 silam,” kata Sukrisman, Senin (1/12).

Ditempat berbeda, Kepala Bidang Cipta Karya, M. Husnan T ketika dikonfirmasi ihwal pembangunan pagar SMAN 4 Kotabumi tersebut yang ditengarai tidak sesuai dengan Juknis dan Juklak tentang DAK, mengatakan bahwa dirinya hanya sekedar menjalankan aturan yang dikeluarkan oleh pimpinannya.

“Kami ini kerja atas aturan yang dikeluarkan oleh pemimpin tertinggi,” kata Husnan, di ruangannya, Senin (1/12).

Sementara mengenai langkah apa yang akan dilakukan pihaknya terkait robohnya sejumlah bagian pagar tersebut, ia menuturkan bila pihaknya tak dapat berbuat apa – apa. Sebab, menurut M. Husnan, tenggat waktu masa pemeliharaan pagar itu telah habis. “Enggak ada (tindakan).Tenggat waktunya sudah habis. Pagar tersebut masih dalam masa pemeliharaan,” kata dia.

  • Bagikan