Beranda Teras Berita BPN Prabowo-Sandi DIY Siap Selesaikan Permasalahan Kill The DJ

BPN Prabowo-Sandi DIY Siap Selesaikan Permasalahan Kill The DJ

242
BERBAGI
Muhammad Marzuki alias Kill the DJ pendiri kelompok musik hip hop Jogja Hip Hop Foundation menuntut keistimewaan DIY dengan membuat lagu "Jogja Istimewa". TEMPO/Arif Wibowo

TERASLAMPUNG.COM — Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Dharma Setiawan,  menanggapi soal pelaporan Marzuki Muhammad aka Kill The DJ atas dugaan pelanggaran hak cipta plesetan lagu “Jogja Istimewa” ke Mapolda DIY Selasa (15/1/2019) kemarin. Dharma menyampaikan siap mendampingi proses hukum namun tetap berharap ada permintaan maaf dari pihak yang berkait langsung.

Kepada wartawan ketika dihubungi Selasa (15/1/2019) malam, Dharma mengatakan bahwa plesetan lagu Jogja Istimewa tersebut terjadi saat pertemuan relawan emak-emak dari berbagai komunitas bulan Desember 2018 lalu. Saat itu menurut Dharma acara digelar internal saja dimana tiap kelompok membuat yel-yel agar meriah.

“Awalnya pertemuan dari beberapa relawan perempuan agar seru ada lomba yel-yel dan satu kelompok buat sekreatif mungkin. Karena lagu itu (Jogja Istimewa) saking populernya hingga orang tak terpikir itu lagu ciptaan seseorang, dianggap lagu itu bisa dinyanyikan semua orang. Awalnya begitu, sekitar bulan Desember 2018 acarannya,” ungkap Dharma.

Dharma mengaku tak keberatan dengan adanya langkah hukum pencipta lagu Jogja Istimewa Juki Kill The DJ ke Polda DIY di mana ia melihat memang ada unsur kesalahan yang terjadi. “Memang maksudnya tidak lakukan pelanggaran tapi yang terjadi memang melanggar, itu sebabnya dibawa ke Polda. Apa yang dilakukan pencipta lagu adalah hak sepenuhnya, monggo begitulah,” sambung dia.

BPN DIY sendiri menurut dia tak terkait langsung dengan agenda para relawan yang mana menjadi lokasi terjadinya penggubahan lagu yang dipermasalahkan Kill The DJ. Namun begitu, pendampingan hukum pada pihak yang dilaporkan tetap akan dilakukan BPN DIY kedepan.

“BPN tidak melakukan apa-apa tapi karena relawan ini sesama pendukung Prabowo-Sandi jadi kami akan berikan pembelaan hukum. Kalau misal pencipta lagu meminta adanya permohonan maaf ya yang melakukan yang akan meminta maaf. Clear itu ya,” pungkas Dharma.

KRJOGJA.COM|TERAS.ID

Loading...