Beranda Hukum Kriminal BPOM dan Polda Lampung Gagalkan Pengiriman Kosmetik Ilegal Rp 2,5 Miliar di...

BPOM dan Polda Lampung Gagalkan Pengiriman Kosmetik Ilegal Rp 2,5 Miliar di Bakauheni

636
BERBAGI
Kepala Balai besar Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Bandarlampung, Syamsuliani (tengah) didampingi Kasubdit I Indagsi Ditreskrimsus Polda Lampung, AKBP Budiman Sulaksono (kanan) saat konferensi pers hasil pengungakan kosmetik ilegal senilai Rp 2,5 miliar
Kepala Balai besar Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Bandarlampung, Syamsuliani (tengah) didampingi Kasubdit I Indagsi Ditreskrimsus Polda Lampung, AKBP Budiman Sulaksono (kanan) saat konferensi pers hasil pengungakan kosmetik ilegal senilai Rp 2,5 miliar

Zainal Asikin | Teraslampung.com

BANDARLAMPUNG — Petugas Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Bandarlampung bersama Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Lampung, mengagalkan pengiriman ribuan kosmetik tanpa izin edar senilai Rp 2,5 miliar di Jalan Soekarno Hatta atau simpang Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan, Rabu malam 28 Maret 2018.

Ribuan kosmetik ilegal tersebut, diangkut dengan truk kontainer dari Pekanbaru, Riau yang akan dibawa menuju Jakarta.

Kepala Balai besar Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Bandarlampung, Syamsuliani didampingi Kasubdit I Indagsi Ditreskrimsus Polda Lampung, AKBP Budiman Sulaksono mengungkapkan, hasil pengungkapan ribuan kosmetik tanpa izin edar dan beberapa obat tradisional lainnya, berdasar atas informasi masyarakat bahwa adanya pengiriman barang ilegal menggunakan truk kontainer akan melintasi Lampung menuju Jakarta.

“Atas informasi itu, langsung kami tindaklanjuti dengan menggelar Operasi gabungan daerah (Opgabda) bersama Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Lampung,”ujarnya kepada awak media saat konferensi pers di Kantor BPOM Bandarlampung, Kamis 19 Maret 2018.

Dalam operasi itu, kata Syamsuliani, petugas melakukan pemeriksaan terhadap kendaraan truk kontainer yang dicurigai mengangkut barang ilegal sesuai dengan yang diciri-cirikan. Kemudian didapati truk kontainer warna merah plat nomor BM 9278 RO yang dikemudikan oleh sopir berinisial D. Saat diperiksa, mobil tersebut mengangkut kosmetik ilegal, bahan baku serta obat tradisional ilegal lainnya.

BACA: BPOM Kembali Sita Kosmestik Ilegal Senilai Rp 3 Miliar

“Ribuan kosmetik tanpa izin edar ini, diangkut truk kontainer dari Pekanbaru, Riau yang akan dibawa menuju ke Jakarta,”ungkapnya.

Syamsuliani mengutarakan, truk kontainer pengangkut barang-barang ilegal yang disita ini, ada sekitar 30 item kosmetik tanpa izin edar sebanyak 1.059 koli. Berdasarkan dari hasil penghitungan BPOM, barang ilegal tersebut ditaksir mencapai Rp 2,5 miliar. Selain kosmetik ilegal yang disita, ada juga obat tradisional sebanyak 17 item, dengan jumlah 330 pack senilai Rp 10,5 juta.

“Barang kosmetik yang disita seperti lotion, fair & lobely, temulawak dan masih banyak beberpa item lainnya lagi. Yang jelas, untuk nilai ekonomi dari pengiriman barang ilegal itu mencapai Rp 2,5 miliar lebih,”terangnya.

Dikatakannya, dari hasil pengungkapan ini, pihaknya bersama Polda Lampung masih melakukan penyelidikan terkait sopir yang membawa kosmetik tanpa izin edar tersebut, untuk mengetahui siapa pemiliknya dan penerima barang ilegal tersebut.

“Pasal yang disangkakan akibat perbuatan itu, Pasal 197 Jo Pasal 106 ayat 1 UU No. 36 Tahun 2009 tentang kesehatan, dengan ancaman hukuman pidana penjara maksimal 15 tahun dan denda sebanyak Rp 1,5 miliar,”pungkasnya.