Beranda Hukum Kriminal BPOM dan Polda Lampung Gerebek Gudang Jamu Ilegal

BPOM dan Polda Lampung Gerebek Gudang Jamu Ilegal

186
BERBAGI
Gudang jamu ilegal di Jl. Senopati, Jati Agung, Jati Mulyo, Lampung Selatan. (Foto: Teraslampung.com)

BANDAR LAMPUNG, Teraslampung.com – Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Lampung dan Kepolisian Polda Lampung menggerebek sebuah gudang jamu diduga ilegal dan tidak memiliki izin resmi di Jl. Senopati Dusun I Jatimulyo Kecamatan Jati Agung, Lampung Selatan, Rabu (27/8) sekitar pukul 13.00 WIB. Dalam  penggerebekan tersebut, petugas menemukan sekitar 100 item jamu ilegal berbagai merk yang diperkirakan senilai Rp1 miliar lebih.

Kepala Bidang Pemeriksaan dan Penyidikan BPOM Provinsi Lampung, Ramadhan, mengatakan penggerebekan gudang tersebut merupakan hasil penyelidikan tim operasi gabungan yang dilaksanakan secara nasional di seluruh Indonesia. Dalam penggerebekan di gudang tersebut, BPOM Lampung bekerja sama dengan petugas kepolisian Polda Lampung.

“Dalam operasi ini, kami menemukan jamu ilegal yang tidak memenuhi standard kesehatan dan diduga telah dioplos dengan tambahan obat-obat berbahaya bagi kesehatan. Selain itu juga, tidak ada ijin edar dari BPOM,” kata Ramadhan kepada wartawan, Rabu (27/8).

Ramadhan mengatakan BPOM selalu melakukan pengujian dan mengambil sampel dengan cara membeli di warung jamu atau obat.

“Izin edar sudah tidak berlaku lagi namun masih diedarkan. Juga ada jamu atau obat kadaluarsa masih beredar oleh karena itu harus dilakukan operasi secara besar-besaran, serentak seluruh Indonesia. Termasuk hari ini kami gerebek gudang ini,” jelas dia.

Beberapa merk jamu yang diamankan, terangnya, adalah jamu jawa asli Kunci Mas, Madu Klanceng, kopi rempah Greng, Jamu Gatal-Gatal Basmi, Jamu Pegal linu madu Klanceng, Asam Urat Madu Klanceng yang diperoleh dari pabrik daerah Jawa.

“Efeknya kalau kita menggunakan atau meminum jamu yang menggunakan tambahan bahan obat keras, tanpa resep dokter akan berdampak berbahaya bagi kesehatan,” ujarnya.

Dalam penggerebekan itu petugas hanya menemukan para pekerja saja. “Pemilik jamu itu belum diketahui siapa. Saat penggerebekan yang ada hanya pekerja dan pemilik gudang,” kata dia.

Ramadhan menegaskan, pemerintah telah menetapkan bahwa bahan obat tradisional, dan kosmetika serta alat kesehatan hanya dapat diedarkan setelah mendapat izin edar yang tercantum dalam pasal 106 ayat 1 junto Pasal 1 ayat 4 UU No 36 tahun 2009 tentang kesehatan dengan pidana penjara paling lama 15 (lima belas) tahun dan denda paling banyak Rp1,5 miliar.

Sementara itu, Siswanto, pemilik gudang tersebut, mengaku gudangnya tersebut disewa oleh seseorang bernama Sutras seharga Rp 5 juta per tahun.

”Baru berjalan lima  bulan ini, setahu saya gudang tersebut gudang jamu. Masalah ilegal atau tidak ya kurang jelas. Saya sendiri juga pernah coba minum jamunya. Enak juga. Badan menjadi segar setelah minum jamu,” kata dia.

Berdasarkan pantauan dilokasi kejadian perkara, beberapa petugas dari BPOM dan kepolisian membuka paksa pintu gudang dengan menggunakan besi. Lalu, petugas dari BPOM mendata jamu dan mengangkut seluruh dus jamu  ke dalam truk. (Zaenal Asikin)

Loading...