BPPRD Bandarlampung Kirim SP ke Pengusaha Restoran yang tidak Maksimalkan Tapping Box

  • Bagikan
Gerai Bakso Sony/Son Hajisony di Kemiling, satu dari 12 gerai yang ditutup sementara oleh TP4D Pemkot Bandarlampung, Senin (20/9/2021). Foto: Teraslampung.com/Dandy Ibrahim
Gerai Bakso Sony/Son Hajisony di Kemiling, satu dari 12 gerai yang ditutup sementara oleh TP4D Pemkot Bandarlampung, Senin (20/9/2021). Foto: Teraslampung.com/Dandy Ibrahim

TERASLAMPUNG.COM — Badan Pengelola Pajak dan Restoran (BPPRD) Kota Bandarlampung sudah mengeluarkan surat peringatan pertama kepada pengusaha restoran yang tidak optimal menggunakan tapping box (alat perekam transaksi).

Menurut Kasubid Pajak Restoran dan PPJ BPPRD Kota Bandarlampung Indra Yuli agar pengusaha tersebut optimal dalam menggunkaan tapping box pihaknya sudah mengirimkan surat peringatan ke pada wajib pajak pengusaha restoran itu sesuai dengan Peraturan Walikota Nomor 6 tahun 2018.

“Berdasarkan hasil pengawasan kami, ditemukan pengusaha restoran yang belum optimal menggunakan tapping box. Untuk itu sesuai aturan (Perwali Nomor 6 tahun 2018 kami memberikan surat peringatan pertama kepada pengusaha itu,” jelasnya Rabu 22 Sptember 2021.

Jika masih juga belum optimal, BPPRD akan menerbitkan surat peringatan kedua dan ketiga.

“Sesuai dengan Perwali Nomor 6 tahun 2018 pada pasal 9 disebutkan, setelah kami (BPPRD) menerbitkan surat peringatan ke tiga dan pengusaha tersebut masih membandel maka Tim Pengendalian Pemeriksaan Pengawasan Pajak Daerah (TP4D) Kota Bandarampung yang akan turun dan mengambil tindakan dengan menutup sementara usaha restoran itu. Ini yang terjadi pada gerai Bakso Sony Grup,” ujar Indra.

“Supaya tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, untuk itu kami mengajak semua pengusaha restoran di Kota Bandarlampung untuk mengoptimalkan penggunaan tapping box disetiap transaksinya. Pengusaha kan hanya sebagai wajib pungut yang dipungut pajaknya adalah konsumen yang besarnya 10 persen dalam setiap pembayarannya,” tambahnya.

Lebih jauh Indra menyebutkan nama-nama pengusaha restoran yang belum optimal dalam menggunakan tapping box dari hasil pengawasan BPPRD Kota Bandarlampung dan sudah diberikan surat peringatan pertama agar para pengusaha restoran itu optimal mengunakan alat perekam transaksi itu.

“Yang sudah kita kirimkan surat peringatan pertama yaitu, Rumah Makan (RM) Bebek belur sebanyak 6 cabang, Bakso Marem 2 cabang, RM Pindang Uwo 2 cabang, Pempek 123, 3 cabang, Pempek Nori dua cabang, Sate Luwes di Kedaton, Bakso Moro, Sate Cak Umar, Ikan Bakar Gembul, Ayam Penyet Ria, Mie Ayam Bakso Mas Yon,” katanya.

Untuk diketahui, Pemkot Bandarlampung dalam mengambil pajak restoran yang besarnya 10 persen dari transaksi yang dilakukan pembeli/konsumen berdasarkan Undang-Undang Nomor 28 tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah.

Oleh Pemkot diturunkan ke Peraturan Daerah (Perda) Nomor 1 tahun 2011 tentang Pajak Daerah. Sedangkan untuk penggunaan tapping box diatur dalam Perda Nomor 6 tahun 2018 Tentang Sistem Pembayaran Pajak Daerah Secara Elektronik (e-biling) dan Peraturan Walikota (Perwali) Nomor 43 Tahun 2018 tentang Tata Cara Pelaksanaan Online System Atas Data Transaksi Usaha Wajib Pajak Serta Mekanisme Pembayaran dan Pelaporan Pajak Daerah.

Dandy Ibrahim

  • Bagikan