Beranda News Pusiban BPS: Jumlah Penduduk Miskin di Lampung Berkurang 27,9 Ribu

BPS: Jumlah Penduduk Miskin di Lampung Berkurang 27,9 Ribu

180
BERBAGI
Kabid Statistik Sosial BPS Lampung, Mas'ud Rifai (kiri) dan Kabid Statistik Distribusi BPS Lampung, Riduan (kanan).

TERASLAMPUNG.COM — Badan Pusat Statistik (BPS) Lampung merilis pada bulan Maret 2019, jumlah penduduk miskin (penduduk dengan pengeluaran per kapita per bulan di bawah Garis Kemiskinan) di Lampung mencapai 1,06 juta orang (12,62 persen), berkurang sebesar 27,9 ribu orang dibandingkan dengan kondisi September 2018 yang sebesar 1,09 juta orang (13,01 persen).

“Persentase penduduk miskin di daerah perkotaan pada September 2018 sebesar 9,06 persen turun menjadi 8,92 persen pada Maret 2019. Sementara persentase penduduk miskin di daerah perdesaan pada September 2018 sebesar 14,73 persen turun menjadi 14,27 persen pada Maret 2019,” kata Kabid Statistik Sosial BPS Lampung, Mas’ud Rifai, dalam ekspos data, di Kantor BPS Lampung di Bandarlampung, Senin, 15  Juli 2019.

Menurut Mas’ud, pada periode September 2018 – Maret 2019, jumlah penduduk miskin di daerah perkotaan naik sebanyak 1,66 ribu orang (dari 230,20 ribu orang pada September 2018 menjadi 231,86 ribu orang pada Maret 2019), sementara di daerah perdesaan turun sebanyak 29,6 ribu orang (dari 861,40 ribu orang pada September 2018 menjadi 831,80 ribu orang pada Maret 2019).

“Peranan komoditas makanan terhadap Garis Kemiskinan jauh lebih besar dibandingkan peranan komoditas bukan makanan (perumahan, sandang, pendidikan, dan kesehatan). Sumbangan Garis Kemiskinan Makanan terhadap Garis Kemiskinan pada Maret 2019 tercatat sebesar 74,97 persen. Kondisi ini sedikit meningkat dibandingkan dengan kondisi September 2018 yaitu sebesar 74,88 persen,” kata Mas’ud.

Mas’ud mengatakan jenis komoditas makanan yang berpengaruh besar terhadap nilai Garis Kemiskinan di perkotaan maupun di perdesaan adalah beras, rokok kretek filter, telur ayam ras, tempe, mie instan, dan gula pasir. Sedangkan komoditas non makanan yang berpengaruh besar terhadap nilai Garis kemiskinan di perkotaan maupun perdesaan adalah perumahan, bensin, listrik, pendidikan, dan perlengkapan mandi.

Loading...