Beranda News Nasional BPS : Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 5,02 Persen pada 2019

BPS : Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 5,02 Persen pada 2019

235
BERBAGI
Kepala BPS Suhariyanto pada konferensi pers tentang pertumbuhan ekonomi Indonesia, Rabu (5/2/2020).

TERASLAMPUNG.COM — Badan Pusat Statistik (BPS) merilis pertumbuhan ekonomi Indonesia hanya tumbuh 5,02 persen hanya 2019. Angka ini lebih rendah dibanding 2018 sebesar 5,17 persen.

“Pada kuartal IV/2019, pertumbuhan ekonomi Indonesia naik 4,97 persen dibandingkan kuartal IV/2018. Sementara itu, dibandingkan kuartal III/2019, pencapaiannya terkontraksi 1,74 persen,” kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Suhariyanto, Rabu (5/2/2020).

Menurut Suhariyanto, mempertahankan (pertumbuhan) 5 persen di situasi sekarang adalah tidak gampang.

“(Pertumbuhan) 5,02 persen di situasi yang menunjukkan perlemahan ini cukup baik,” paparnya dalam konferensi pers di kantor BPS, Jakarta, Rabu (5/2/2020).

Realisasi pertumbuhan ekonomi tahun lalu ini cukup jauh di bawah pencapaian 2018, yang tercatat sebesar 5,17 persen.

Perekonomian Indonesia tahun 2019 yang diukur berdasarkan Produk Domestik Bruto (PDB) atas dasar harga berlaku mencapai Rp15 833,9 triliun dan PDB Perkapita mencapai Rp59,1 Juta atau US$4 174,9.

Suhariyanto mengatakan, dari sisi produksi, pertumbuhan tertinggi dicapai Lapangan Usaha Jasa Lainnya sebesar 10,55 persen. Dari sisi pengeluaran, pertumbuhan tertinggi dicapai oleh Komponen Pengeluaran Konsumsi Lembaga Nonprofit yang melayani Rumah Tangga (PK-LNPRT) sebesar 10,62 persen.

Ekonomi Indonesia triwulan IV-2019 dibanding triwulan IV-2018 tumbuh 4,97 persen (y-on-y). Dari sisi produksi, pertumbuhan didorong oleh semua lapangan usaha, dengan pertumbuhan tertinggi dicapai Lapangan Usaha Jasa Lainnya sebesar 10,78 persen. Dari sisi pengeluaran, pertumbuhan tertinggi dicapai oleh Komponen Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga (PK-RT) sebesar 4,97 persen.

Ekonomi Indonesia triwulan IV-2019 dibanding triwulan III-2019 mengalami kontraksi sebesar 1,74 persen (q-to-q).

“Dari sisi produksi, hal ini disebabkan oleh efek musiman pada Lapangan Usaha Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan yang mengalami penurunan 20,52 persen. Dari sisi pengeluaran, disebabkan oleh komponen Ekspor Barang dan Jasa yang mengalami kontraksi sebesar 2,55 persen,” katanya.

Struktur ekonomi Indonesia secara spasial tahun 2019 didominasi oleh kelompok provinsi di Pulau Jawa dan Pulau Sumatera.

Pulau Jawa memberikan kontribusi terbesar terhadap Produk Domestik Bruto, yakni sebesar 59,00 persen, diikuti oleh Pulau Sumatera sebesar 21,32 persen, dan Pulau Kalimantan 8,05 persen.

Loading...