Brand Pilpres: Pilih Orang Baik atau Orang Tegas?

Bagikan/Suka/Tweet:
Syarifudin Yunus
Pilpres
2014 di Indonesia makin ramai. Tim sukses masing-masing pasangan
Capres-Cawapres terus berkoar; saling menjatuhkan, saling mencari kelemahan
lawannya. Para simpatisan, pendukung juga tak ketinggalan. Ribut, berisik,
sampe ngotot “membela” mati-matian pasangan idolanya, seolah bakal jadi
“menteri” kalo pasangan yang dijagokannya menang. Berbagai lembaga survei pun
sudah merilis hasil risetnya. Elektabilitas. Ada yang bilang pasangan No. 1
unggul. Tapi ada pula No. 2 yang dipilih banyak orang. Luar biasa, Pilpes  kali
ini memang mampu “membius” kita semua. Tidak sedikit dari kita  yang bingung, mau
pilih siapa?
Mari
kita singkirkan tendensi dan subjektivitas dalam memilih. Siapa Capres-Cawapres
yang akan kita pilih, pasangan No. 1 atau No. 2 ?
Kalau
kita tinjau dari sudut brand (merek) pasangan Capres-Cawapres yang beredar saat
ini di publik/masyarakat, walau tidak sepenuhnya benar, pasangan No. 1
(Prabowo-Hatta) dikenal dengan brand “Tegas”, sedang pasangan No. 2 (Jokowi-JK)
dikenal dengan brand “Baik”. No. 1 Tegas karena  berlatar belakang
militer, dianggap berani, berjiwa patriotik. No. 2 Baik karena dianggap jujur,
sederhana, merakyat, apa adanya. Bolehlah, PILPRES kali ini kita simpulkan
pertarungan antara  orang tegas  versus orang baik. Calon pemimpin Indonesia 5
tahun ke depan, orang tegas atau orang baik?

Jadi, pilih orang tegas atau orang baik?
Memang,
sulit untuk menjawabnya. Sulit untuk memilihnya. Orang Tegas  apa Orang Baik.
Sekali lagi sulit. Harus dipikir masak-masak. Cuma sayang saja, sementara kita
sedang berpikir untuk “menimbang’ pilih Orang Tegas  atau Orang Baik, tapi ‘di
luar sana’ fitnah, cacian, dan ghibah makin merajalela. Sungguh, cara yang tak
pantas kita lakukan? Buat apa menjelek-jelekan orang lain. Atau “sengaja”
mencari kebobrokan orang di saat seperti sekarang. Mikir… mikir … mikir !!
Sederhana
saja. Kita tinggal pilih MAU dipimpin Orang TEGAS atau Orang BAIK. Pasangan No.
1 TEGAS, Pasangan No. 2 BAIK. Silakan saja kita mantapkan “hati besar” dan
“akal sehat” untuk memilih CAPRES pilihan kita pada 9 Juli 2014 nanti. Orang
TEGAS atau Orang BAIK ?
Nanti
dulu. Mari kita sedikit kaji tentang 2 sifat ini. Antara TEGAS atau BAIK. Agar
bisa jadi pertimbangan dalam memilih. Mari kita sedikit “menengok” ke diri kita
sendiri. Bila pilihannya HANYA 2 sifat ini. TEGAS atau BAIK. Bagi para suami
atau istri, dulu Anda memilih pasangan hidup atas dasar apa? TEGAS-nya atau
BAIK-nya. Atau yang sedang memilih pacar, Anda akan pilih pacar yang TEGAS atau
yang BAIK ? Mari kita renungkan dengan bijak dan sepenuh hati.
Sungguh,
TEGAS atau BAIK itu berhubungan dengan personality. Kita
menyebutnya “kepribadian” seseorang, yaitukarakter individu yang cenderung menetap dan kemudian ditampilkan lewat
perilaku. Jadi, pertimbangkanlah “kepribadian” pemimpin yang akan kita
pilih. Jangan sampai salah memilih. Itu saja cukup.
Tolong
biarkan saya sedikit “membedah” tentang 2 kata ini, TEGAS atau BAIK.
1.     Kepribadian
atau personality awalnya dari KARAKTER (character), kualitas kejiwaan/akhlak yang terus-menerus dan kekal. Dari
karakter akan muncul WATAK (disposition)  yang lama
melekat dan belum berubah, lalu muncullah SIFAT(trait) sebagai
respon yang berlangsung lama sehingga menentukan TEMPERAMEN (temperament) yang
berkaitan erat dengan determinan biologik/fisiologik sehingga lahirnya CIRI (type) sebagai
wujud tingkah laku dan akan berakhir di KEBIASAAN (habit), perilaku
yang sama dan cenderung berulang. Dalam konteks ini, silakan kita mau pilih yang
mana? TEGAS atau BAIK ?
2.     Karakter ada yang PRIMER, ada yang
SEKUNDER. Artinya karakter mana yang lebih dulu kita prioritaskan? Bukankah
karakter sekunder dapat dibentuk apabila karakter primer sudah dimiliki? Dalam
konteks ini, BAIK adalah primer, TEGAS
adalah sekunder. Objektifnya memang begitu kan? Bukankah asal muasal penciptaan
manusia juga dari jenia yang BAIK atau BURUK? Atau Analoginya seperti kebutuhan
primer manusia apa saja ? Atau warna, mana warna primer, mana warna sekunder?
3.     Secara semantik (makna kata). Dalam kamus
TEGAS bermakna 1) jelas dan terang
benar, 2) tentu dan pasti (tidak ragu-ragu lagi, tidak samar-samar), 3) tandas.
BAIK bermakna 1) elok; patut; teratur (apik, rapi, tidak ada celanya, dsb), 2)
mujur; beruntung, 3) berguna; manjur, 4) tidak jahat (tt kelakuan, budi
pekerti, keturunan, dsb), 5) sembuh; pulih, 6) selamat (tidak kurang suatu
apa), 7) selayaknya, 8) kebaikan; kebajikan. Ya ini hanya versi kamus saja.
Tapi, boleh juga dipertimbangkan karena TEGAS lebih sedikit maknanya dari BAIK.
Nah,
dengan mengacu pada “bedah” kata TEGAS dan BAIK, setidaknya kita sudah punya
referensi mana yang akan kita pilih. Secara awam, kita bisa simpulkan menjadi 2
pilihan:
1.     Orang
TEGAS yang BAIK, atau
2.     Orang
BAIK yang TEGAS.
Sekali
lagi, tanpa tendensi apa-apa, tulisan ini hanya sekedar ekspresi “kepedulian”
dalam melihat kebisingan di seputar PILPRES 2014 di negeri yang indah dan kita
cintai ini. Semoga saja tulisan ini berguna bagi pemilih Capres-Cawapres yang
sesuai dengan “hati besar” kita, bukan “hati kecil”. Ahli hikmah pernah bilang,
“apapun yang kita pilih atau lakukan, pertimbangkanlah dampak di belakangnya”. Jadi,
pilih ORANG YANG TEGAS atau ORANG YANG BAIK ? Semuanya terserah kita, terserah
Anda. Silakan.
Selamat
Memilih dengan damai dan bijak.